Soto Ayam Cak Har Khas Lamongan
📅 Rabu, 03 Okt 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: KORAN JAKARTA/TEGUH RAHARDJO
Soto adalah kuliner tradisional yang sudah banyak variannya. Kuliner soto bahkan sudah melegenda di Indonesia. Setiap daerah yang memiliki kuliner soto khas, pasti memiliki kekhasannya tersendiri.
Tidak salah lagi, soto merupakan makanan salah satu makanan yang sangat disukai masyarakat di Indonesia dengan ciri khas resep yang kaya rempah-rempah. Variasinya beragam tergantung resep di masing-masing daerah. Soto Bandung menggunakan kuah bening, lalu ada soto Betawi yang menggunakan santan atau di makasar disebutnya Coto Makasar. Nah soto ini menjadi kuliner khas yang selalu dituju pelancong jika datang ke suatu daerah, seperti jika melancong ke Surabaya, maka sambangilah Soto Cak Har.
Soto Cak Har berada di Jalan Dokter Ir. Haji Soekarno nomor 220, Semolowaru, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur. Soto Ayam Lamongan Cak Har, demikian papan nama tertulis didepan kedai atau restorannya. Tulisan itu kembali tertera jelas atas pintu masuk restoran.
Saat menyambangi restoran itu, rupanya banyak pengunjung yang bermobil. Artinya pengunjung restoran ini berasal dari kalangan menengah atas. Padahal dari sisi harga, Soto Cak Har ini tidaklah terlalu mahal. Satu porsinya saja kurang dari 20 ribu rupiah.
Di bagian dalam, pengunjung bisa memilih dua ruangan, ruangan boleh merokok atau ruangan khusus ber-AC. Ruangan biasa lebih luas, kursinya lebih banyak tersedia. Yang cukup unik makan disini adalah rasa tidak sungkan pengunjung untuk mengisi kursi kosong, meski dalam satu meja tidak saling kenal. Apalagi saat jam makan siang, susahnya mendapatkan kursi kosong.
Meski demikian pengunjung yang tidak saling kenal, tidak sungkan untuk saling sapa. Ngobrol ringan, seputar rasa soto atau datang berasal dari mana. Misalnya seorang pengunjung asal Bandung, Denny, yang mengaku sengaja makan soto karena mendengar cerita temannya yang ada di Surabaya.
"Soto Cak Har ini katanya legendaris, harus dicoba. Mudah-mudahan enak seperti cerita temen," katanya. Dan tidak lebih dari 10 menit, so plus nasinya pun tiba di meja. Saat soto plus nasi serta lauknya sampai dimeja, masing-masing khusuk menikmati sajian Soto Cak Har ini. Sajian tradisional yang khas ternyata menghangatkan suasana rumah makan.
Kekentalan Kuah
Satu porsi soto disajikan dalam dua mangkok. Satu mangkok putih untuk nasi dan satunya untuk soto ayamnya. Jadi dijamin akan kenyang hanya untuk satu porsi sotonya saja.
Saat dilihat, kuah soto ayam cak Har ini berwarna kuning dan terlihat kental seperti bercampur dengan santan. Padahal sama sekali tidak menggunakan santan. Warna kuningnya berasal dari kemiri, sementara kekentalan kuah berasal dari kemiri.
Kentalnya kuah ini menunjukan banyak menggunakan kemiri. Saat dicicipi kuahnya, rasanya memang sama sekali tidak bersantan, kemiri terasa sekali. Semakin menamnah rasa gurih kuah sotonya. Bagi yang kurang suka, bisa menambahkannya dengan kecap manis, menambah garam sedikit dan sambal untuk menambah rasa pedasnya.

Nah, bagi yang ingin lebih terasa kental lagi, kuahnya bisa ditambahkan dengan bubuk koya. Bubuk koya disajikan terpisah dalam kaleng tersendiri. Yang suka koya, bisa bebas untuk menambah sebanyak-banyaknya. Tetapi kalau teralalu kental juga kurang enak, malahan bisa seperti adonan tepung.
Soto disajikan terdiri atas suwiran ayam, bihun, seledri dan bumbu lainnya. Memang sangat sederhana, sehingga perlu ada tambahan untuk menemani menikmatinya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!