Berawal dari Imajinasi
📅 Sabtu, 07 Jul 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: istimewa
Kariernya terus berkembang bersama suami dan Union Bakery and Bar. Namun, di tengah pencapaiannya sekarang, Karen Carlotta lebih suka untuk tetap berada di dapur.
Inovasi dalam mengolah rasa membutuhkan imajinasi melewati batas alam sadar. Dari situ, siapa sangka es teler bisa jadi inspirasi kue cantik. Kreasi trendi ini tercipta dari hasil imajinasi rasa Chef Karen Carlotta, seorang chef yang sering dijuluki "Queen of Cake".
Selain kue es teler, tangan dinginnya juga telah menggubah kue pisang ijo dan kue martabak. Dengan menggunakan teknik pastry tingkat tinggi, Karen berhasil menerjemahkan cita rasa kudapan lokal ke dalam selera kue internasional.
Kue-kue cantik tersebut bisa didapatkan di AMKC Atelier, sebuah restoran dengan menu kreatif di Plaza Indonesia. AMKC merupakan singkatan dari nama Karen dan suami, Adhika Maxi, yang juga seorang chef. Restoran yang dibuka sejak 2016 lalu ini membawa selera baru di bisnis kuliner Jakarta, yang mengolah cita rasa Indonesia menggunakan teknik cooking dan baking ala Eropa.
Bahkan, bersama suami, Karen yang akrab disapa "KC" ini adalah brainchild di balik suksesnya Union, sebuah restoran dan bakery yang kini telah memiliki empat branch di Jakarta, tersebar di Plaza Senayan, Pondok Indah, Grand Indonesia, dan yang terbaru di Pantai Indah Kapuk.
Di pertengahan 2018 ini, KC mengatakan bahwa Union akan terus dibesarkan. "Sebagai brand, Union sudah sangat kuat. Saya bersama suami dan partner bisnis akan terus membesarkan Union dan membuatnya menjadi go-public," ujar chef yang kerap tampil di sejumlah acara televisi ini.
Melalui Union, karya pertama yang paling dikenal adalah kue Red Velvet, yang cepat melesat menjadi tren dan memopulerkan nama Union.
Sepak terjang KC di bisnis kuliner bermula dari Singapura. Setelah tidak bekerja di bank, di tahun 2005, KC memilih kuliah di Singapore Hotel and Tourism Education Center (SHATEC). Karen mengambil diploma pastry and baking yang menjadi kecintaannya sejak kecil. Di sini, KC tidak merasakan kuliahnya sebagai sebuah proses belajar yang susah, jauh berbeda dibanding masa kuliah sebelumnya di jurusan ekonomi. "Semua terasa seperti mudah sekali buat saya, karena memang passion saya di sana," ujar KC yang berhasil lulus dengan predikat cum laude.
Semasa kuliah, KC sempat magang di Swissotel The Stamford, bekerja dari pagi hingga larut malam, menangani pastry dan bakery di 17 outlet hotel besar itu. Selepas kuliah, dia mulai bekerja sebagai pastry chef di Laurent Bernard Chocolatier, sebuah toko kecil yang kondang di Singapura. Setelah setahun di sana, KC kemudian mendapat pekerjaan di One Rochester, sebuah restoran fine dining bergengsi. Di pemenang kompetisi shell I President Director & Country Chairman PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi (kanan), bersama tiga mahasiswa Indonesia, pemenang final kompetisi "Shell Ideas360", saat penyerahan penghargaan di London, Inggris, Kamis (5/7). Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, berhasil menjadi juara kompetisi tersebut dengan mengusung gagasan Mobil Pintar "Smart Car Microalgae Cultivation Support (MCS)". Istimewa Istimewa Rochester namanya mulai dikenal sebagai chef imut asal Indonesia yang pandai membuat kue. Profilnya pernah ditulis di The Straits Times dan beberapa media di sana.
Suka di Dapur
Berlanjut pada tahun 2009, karena suatu alasan personal, KC memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Kerabat ayahnya kemudian memperkenalkannya pada seorang chef muda jebolan French Culinary Institute, New York, yang kini menjadi suaminya. Bersama suaminya, dia mendirikan AMKC pertama kali bukan sebagai restoran, tapi sebagai layanan private dining yang melayani kalangan atas, di antaranya pernah menangani acara fine dining untuk Barrack Obama.
Dari sana, kariernya terus berkembang bersama suami dan Union. Di tengah pencapaiannya sekarang, KC lebih suka untuk tetap berada di spot kesukaannya, dapur.
Kendati demikian, di balik pencapaiannya sekarang ini, KC sempat melewati masa "salah arah". Selepas lulus kuliah di Fakultas Ekonomi sebuah universitas swasta di Jakarta, dia pernah bekerja di sebuah bank dan benarbenar tidak bisa menghayati apa yang dia kerjakan di sana. Suatu hari, dia mengalami tekanan pikiran yang cukup berat, yang membuatnya keluar dari bank tersebut. Dari sana, orang tuanya mulai memberi kepercayaan pada apa yang dia benar-benar sukai, yakni membuat kue.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!