Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Peringkat 6 Dunia! Kemenperin: Startup Harus Jadi Solusi Industri, Bukan Sekadar Tren

6 Sabtu, 08 Agu 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Indonesia Peringkat 6 Dunia! Kemenperin: Startup Harus Jadi Solusi Industri, Bukan Sekadar Tren Indonesia Peringkat 6 Dunia! Kemenperin: Startup Harus Jadi Solusi Industri, Bukan Sekadar Tren Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) saat Peluncuran Resmi Indo Startup Expo and Forum 2026 di Jakarta, Kamis (6/8)

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) fokus untuk memperkuat ekosistem startup nasional sebagai bagian dari strategi mempercepat transformasi industri manufaktur berbasis teknologi dan inovasi. Langkah tersebut dilakukan untuk menghadirkan solusi digital yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing industri nasional sehingga semakin kompetitif di pasar global.

Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) secara konsisten juga melakukan pembinaan kepada pelaku startup melalui Program Startup For Industry (SFI) sejak tahun 2018. Hingga saat ini, tercatat profil startup dalam ekosistem SFI sebanyak 2.577 startup, dengan 67,5 persen atau 1.740 startup di antaranya berbasis teknologi, 640 di antaranya startup yang berfokus pada hardware adjacent (IoT, Robotik, AI, 3D Printing).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pengembangan startup industri merupakan bagian penting dari implementasi Strategi Besar Industrialisasi Nasional (SBIN) yang diarahkan untuk memperkuat struktur industri, mempercepat transformasi digital, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional.

"Indonesia tidak hanya membutuhkan semakin banyak startup, tetapi startup yang mampu menyelesaikan persoalan nyata di sektor industri. Startup harus menjadi mitra strategis industri nasional dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," kata Menperin saat Peluncuran Resmi Indo Startup Expo and Forum 2026 di Jakarta, Kamis (6/8).

Menurut Agus, Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk menjadi pusat pertumbuhan startup di kawasan. Berdasarkan Startup Ranking, Indonesia saat ini menempati posisi keenam dunia dengan lebih dari 3.100 startup aktif sekaligus menjadi negara dengan jumlah startup terbanyak di Asia Tenggara. Namun demikian, kualitas ekosistem startup nasional masih perlu terus diperkuat.

"Berdasarkan Global Startup Ecosystem Index 2026, mutu ekosistem startup Indonesia masih berada di peringkat ke-45 dunia. Artinya, kita memiliki potensi yang sangat besar, tetapi pekerjaan rumah kita adalah meningkatkan kualitas startup agar mampu bertahan, berkembang, memperoleh pembiayaan, dan menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun global," ungkapnya.

Menperin menambahkan, momentum pertumbuhan industri manufaktur saat ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat lahirnya inovasi berbasis teknologi. Pada Triwulan II Tahun 2026, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen (year-on-year), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus tetap menjadi kontributor terbesar terhadap perekonomian Indonesia.

Selain itu, sektor industri pengolahan menyumbang 39,7 persen realisasi investasi nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta memberikan kontribusi sekitar 82 persen atau senilai USD 115,5 miliar terhadap total ekspor nasional pada semester pertama 2026.

Menurut Agus, capaian tersebut harus diikuti dengan penguatan inovasi agar industri nasional mampu terus tumbuh secara berkelanjutan. "Pertumbuhan industri harus diiringi dengan peningkatan produktivitas dan inovasi. Di sinilah startup memiliki peran strategis sebagai penyedia solusi teknologi yang mampu menjawab kebutuhan industri dari hulu hingga hilir," tegasnya.

Startup Harus Layak Dibiayai

Menperin juga menyoroti tantangan pendanaan startup nasional. Indonesia Startup Report 2026 mencatat nilai pendanaan startup Indonesia sepanjang tahun 2025 mencapai sekitar USD355 juta, turun dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pendanaan startup global justru terus meningkat.

Menurut Agus, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan utama bukan terbatasnya modal global, melainkan perlunya meningkatkan kualitas startup agar semakin layak memperoleh investasi.

"Modal global tidak sedang langka. Yang dibutuhkan adalah startup yang mampu menunjukkan model bisnis yang kuat, memiliki solusi yang dibutuhkan industri, serta memberikan prospek pertumbuhan yang jelas," katanya.

Di sisi lain, Indonesia memiliki pasar domestik yang sangat besar. Data BPS menunjukkan terdapat sekitar 4,43 juta unit industri kecil dan menengah (IKM) yang berpotensi menjadi pengguna berbagai solusi teknologi hasil inovasi startup.

"Bagi startup teknologi, jutaan IKM tersebut merupakan peluang pasar yang sangat besar. Tugas pemerintah adalah mempertemukan kebutuhan industri dengan solusi yang dihasilkan startup sehingga tercipta ekosistem yang saling menguatkan," ujarnya.

Indo Startup Expo Jadi Ajang Kolaborasi Global

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

Kabar Baik! Pemerintah Buka CPNS November 2026, 139 Ribu Formasi Guru Menanti

06 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.