Petani dan UMKM Penyelamat Krisis Ekonomi 1998 Justru Dimatikan
📅 Jumat, 27 Okt 2017, 00:01 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Cassava, sagu, dan umbi-umbian dianggap makanan tradisional, nggak laku. Padahal, gandum dan kentang di Eropa juga dianggap tradisional, tapi dengan teknologi pangan dikembangkan agar bernilai tambah, seperti dibuat roti," ujar Yakub.
Badan Pangan
Ekonom Indef, Rusli Abdullah, menekankan pentingnya pembentukan Badan Pangan seperti diamanatkan UU Pangan. Selain menjadi simpul untuk ketahanan pangan, juga sebagai upaya memperkuat pertanian dan petani nasional.
Oleh karena itu, kehebatan Presiden Joko Widodo dalam pembangungan infrastruktur juga harus diterapkan dengan mengambil alih tim ekonomi, dan segera membentuk Badan Pangan yang setingkat Menko sehingga bisa mengatasi semua kementerian yang terkait.
Ini seperti ketika Presiden mengambilalih infrastruktur dari Kementerian Pekerjaan Umum. "Keberadaan Badan Pangan ini terkait ketersediaan dan keberlanjutan. Maka seandainya bisa dibentuk, ini akan akan menyelesaikan satu faktor yang menjadi penghambat ketahanan pangan," kata Rusli.
Namun, Rusli mengakui untuk membentuk Badan Pangan memang tidak mudah. Masalahnya, banyak pemburu rente dan mafia pangan yang mengintervensi dan harus dihadapi apabila pemerintah ingin membentuk institusi tersebut.
"Ini harus dihadapi, sehingga nantinya akan memperkecil juga peranan dari mafia pangan, termasuk pemburu rente impor sehingga ketahanan pangan terpenuhi," kata dia. YK/SB/ahm/WP
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!