Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamenekraf: Drayang Jadi Cara Pasarkan Teater ke Dunia

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 18:04 WIB | Oleh:
Wamenekraf: Drayang Jadi Cara Pasarkan Teater ke Dunia Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Mini showcase Drama Wayang (Drayang) dari Swargaloka di Galeri Indonesia Kaya, yang dihadiri oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, di Jakarta, Selasa (14/10).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar mengapresiasi mini showcase Drama Wayang (Drayang) dari Swargaloka yang dipentaskan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta sebagai cara mengembangkan dan memasarkan teater musikal Indonesia kepada khalayak global.

“Teater musikal yang berbasis budaya Indonesia dan ditampilkan Swargaloka ini luar biasa dan wajib ditonton seantero dunia. Kita bisa menggunakan budaya menjadi alat diplomasi antarnegara sehingga pasar seni pertunjukan bisa mendunia. Indonesia bukan hanya sekadar ada tempat healing, tapi source code ekonomi kreatif berbasis budaya mampu menjadi penggerak ekonomi bagi negara,” ujar Irene dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (16/10).

Menurut Irene, seni pertunjukan berbasis tradisi budaya ini tetap relevan tanpa melupakan akar budaya yang kuat. Kehadiran dalam mini showcase sebagai bentuk dukungan berkelanjutan atas audiensi yang dilakukan bersama Swargaloka sebelumnya pada 1 Oktober 2025.

Seni pertunjukan dengan menggabungkan kekayaan budaya Indonesia dengan sentuhan modern dalam bentuk teater musikal ini bakal dipentaskan dua kali yaitu 14 November 2025 dengan lakon Panah Matahari – Adipati Karna dan 14 Desember 2025 dalam Drayang Kijang Kencana di Taman Ismail Marzuki (TIM).

“Kami akan bantu mempromosikan pertunjukan yang akan digelar nanti. Harapannya, semakin banyak pencinta seni yang bisa menyebarkan narasi-narasi positif supaya demand-nya tinggi tak hanya skala nasional, tapi jangkau penonton dari internasional karena dunia butuh entertainment. Dengan demikian, makin banyak yang mencintai budaya Indonesia,” ucap Wamen Ekraf Irene.

Swargaloka telah mementaskan Drayang lebih dari 100 karya sejak tahun 2008 – 2025 di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Solo, Jogjakarta, Surabaya, dan Kalimantan Selatan.

Sebagai bentuk seni pertunjukan wayang orang berbahasa Indonesia, epos Ramayana dan Mahabharata digarap dengan memadukan unsur seni budaya tradisional dan modern yang kaya akan makna filosofis.

Pendiri Yayasan Swargaloka, Suryandoro, menjelaskan Drayang sebagai #MusikalnyaWayang yang menggabungkan kekayaan budaya Indonesia dalam balutan musik, tari, dan drama yang dikemas secara kreatif dan inovatif. Tiap pementasan tentu akan menghadirkan pengalaman yang menyentuh, dramatis, dan tak terlupakan.

“Drayang menjadi salah satu subsektor seni pertunjukan dalam kancah ekonomi kreatif yang diharapkan dapat mendunia. Drayang juga mempunyai cita-cita menjadi Opera Terbaik Dunia yang dikenang sepanjang masa dan dapat menghasilkan devisa bagi negara,” ungkap Suryandoro.

Dalam rangkaian mini showcase tersebut, Wamen Ekraf Irene Umar turut didampingi Direktur Seni Rupa dan Seni Pertunjukan, Dadam Mahdar. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.