Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
📅 Minggu, 26 Apr 2026, 10:25 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri acara Jazz Goes to Campus (JGTC) bertajuk The City Series (TCS) 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4) malam. Kehadiran Wagub Rano menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Ibu Kota menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027.
Menurut Rano, penyelenggaraan JGTC bukan hanya sekadar pertunjukan musik jazz, tetapi juga menjadi panggung ide, ekspresi, dan kolaborasi yang memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global berbudaya. Ia menilai festival ini turut memberi ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya sekaligus memperkuat ekosistem seni di Jakarta.
"Saya sangat terkesan kegiatan hari ini menjadi momentum menuju peringatan 50 tahun penyelenggaraan JGTC, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap perayaan lima abad Jakarta pada 2027," ujar Rano Karno.
Ia mengatakan, JGTC yang berkembang dari lingkungan Universitas Indonesia turut menyemarakkan denyut pertunjukan seni di Jakarta. Festival tersebut dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun ruang kreatif yang sehat dan berkelanjutan bagi para pelaku seni serta industri kreatif.
"Oleh karena itu, berbagai ruang kreatif memiliki peran signifikan dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan, sekaligus menghadirkan akses yang lebih luas bagi pelaku kreatif untuk terus berkarya dan berinovasi," tutur Rano.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, seni tidak hanya berbicara soal estetika, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menghidupkan kembali berbagai ruang kreatif, salah satunya melalui revitalisasi dan aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai pusat seni dan budaya.
Rano menjelaskan, kawasan TIM harus menjadi ruang terbuka yang memberi kesempatan bagi kreator untuk berkolaborasi, bereksperimen, dan menghasilkan karya yang berdampak luas. Hal ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota global yang tetap berpijak pada kekayaan budaya lokal.
"Kami ingin ruang-ruang kreatif di Jakarta dimanfaatkan secara optimal untuk membangun masyarakat yang kreatif dan berdaya. Dalam mewujudkan visi sebagai kota global berwawasan budaya, Jakarta terus berkembang dengan mengintegrasikan kekayaan budaya lokal dan inovasi," kata Rano.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia berharap ekonomi kreatif Jakarta tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berpijak pada warisan budaya, khususnya budaya Betawi sebagai identitas utama kota. Dengan begitu, generasi muda dapat semakin berani berkarya dan menjaga keberlanjutan seni budaya Jakarta.
"Semoga JGTC dapat terus berkembang sebagai ruang bersama yang mendorong kreativitas, menggerakkan perekonomian, memperkuat budaya lokal, serta membuka peluang kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!