Penanaman 4.000 Pohon di Tapanuli Tengah untuk Mempercepat Pemulihan Lingkungan
📅 Kamis, 23 Apr 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim PenulisMedan - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara melalui PLN UP3 Sibolga menanam 4.000 bibit pohon di Kabupaten Tapanuli Tengah guna mempercepat pemulihan lingkungan di wilayah tersebut.
"Kegiatan itu menjadi momentum untuk memperkuat tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan," ujar General Manager PLN UID Sumatera Utara Mundhakir di Medan, Kamis.
Mundhakir mengatakan penanaman 4.000 bibit pohon tersebut terdiri atas alpukat, mangga, nangka, dan mahoni melalui program Roots of Energy yang merupakan energi masa depan tidak dapat dipisahkan dari keberlanjutan ekosistem.
Program itu dilakukan bersama Yayasan Cahaya Sosial Indonesia, aktivis lingkungan Pantai Barat, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, serta masyarakat di tiga desa prioritas, yakni Desa Aek Raso, Kecamatan Sorkam Barat, Desa Sait Kalangan II, Kecamatan Tukka, dan Desa Tapian Nauli Saur Manggita, Kecamatan Tukka.
"Ketiga lokasi tersebut dipilih karena membutuhkan intervensi vegetasi untuk mempercepat pemulihan ekosistem dan memperkuat fungsi daerah aliran sungai," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mundhakir mengatakan ketika hulu dijaga, daerah aliran sungai dipulihkan, dan masyarakat diberdayakan melalui tanaman produktif, hal itu akan membangun fondasi ketahanan lingkungan, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi secara bersamaan.
Manajer PLN UP3 Sibolga Bachtiar mengatakan kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan PLN di wilayah terdampak bencana.
"Program penanaman pohon itu merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap masyarakat dan lingkungan, khususnya di wilayah terdampak banjir bandang," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi Lubis mengapresiasi sinergi PLN bersama para pemangku kepentingan dalam mendukung pemulihan kawasan terdampak banjir bandang.
"Kami berharap upaya itu dapat membantu meminimalkan risiko banjir ke depan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi berkelanjutan bagi petani lokal," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!