Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mumi Tarim dari Tiongkok Diduga Leluhur Penduduk Asli Amerika

📅 Kamis, 10 Agu 2023, 19:32 WIB | Oleh:
Mumi Tarim dari Tiongkok Diduga Leluhur Penduduk Asli Amerika Doc: Istimewa
Ket. Salah satu "mumi Tarim", sisa-sisa orang yang dikeringkan secara alami yang ditemukan di wilayah Xinjiang-Uyghur di Tiongkok. Diduga memiliki hububan dengan penduduk asli Amerika dan orang Siberia.

BEIJING - Studi DNA pada mumi Tarim dari Zaman Perunggu, peninggalan yang ditemukan di wilayah Xinjiang, Tiongkok, baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka bukan hanya keturunan Indo-Eropa yang berimigrasi ke daerah tersebut, tapi diduga juga merupakan nenek moyang penduduk asli Amerika.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature, ciri-ciri DNA yang di antara orang yang tinggal di Siberia, dan penduduk asli Amerika, telah terbukti secara jelas terkait dengan "mumi Tarim".

Dikutip dari Greek Reporter, sementara para ilmuwan awalnya berpikir bahwa mereka mungkin datang melalui darat dari Barat, pengurutan DNA menunjukkan bahwa mereka benar-benar berasal dari dekat tempat mereka ditemukan, di kawasan padang pasir Tiongkok barat.


Terkait dengan penduduk asli Amerika

Dimakamkan dalam peti mati kayu yang mirip perahu, dengan kuburan yang terletak di pemakaman Xiaohe yang ditandai dengan pancang kayu tegak yang menyerupai dayung, mumi tersebut merupakan bagian dari budaya yang unik.

Menurut penelitian, seperti yang dilaporkan di Live Science, Budaya Zaman Perunggu Tarin bukan bagian dari cabang terpencil Indo-Eropa awal.

Penelitian DNA baru memungkiri teori-teori panjang hampir seabad tentang asal-usul orang prasejarah yang tinggal di Cekungan Tarim. Baru-baru ini pada 2000,
sejarawan menyatakan bahwa mungkin ada setidaknya dua kelompok Kaukasia di Cekungan Tarim di masa lalu. Mereka menghubungkan orang-orang ini dengan cabang Tokharia dan Iran (Saka) dari rumpun bahasa Indo-Eropa.

Banyak arkeolog percaya bahwa sisa-sisa mumi itu milik keturunan Indo-Eropa yang telah bermigrasi ke wilayah tersebut sebelum tahun 2000 SM.

Namun, sekarang para peneliti yakin tanpa keraguan bahwa orang-orang ini, yang muminya ditemukan pada awal abad ke-20, adalah kelompok yang terisolasi secara genetik yang tampaknya tidak terkait dengan populasi terdekat mana pun.

Tinggal di sepanjang sungai

"Mereka begitu penuh teka-teki. Sejak ditemukan hampir secara tidak sengaja, mereka telah menimbulkan begitu banyak pertanyaan, karena begitu banyak aspek darinya yang unik, membingungkan, atau kontradiktif," kata rekan penulis studi Christina Warinner, antropolog yang mengajar di Harvard dan Institut Max Planck untuk Ilmu Sejarah Manusia di Jerman, dalam sebuah wawancara dengan Live Science.

Seperti yang sering terjadi dengan sains, berita itu membalikkan semua hal yang sebelumnya hampir diterima begitu saja tentang subjek tersebut.

"Ternyata, beberapa ide utama salah, jadi sekarang kita harus mulai melihat ke arah yang sama sekali berbeda," aku Warriner.

Meskipun kuburan ditemukan oleh seorang pemburu di daerah yang sekarang berpasir dan gersang, dulunya menghijau, bertengger di sepanjang tepi sungai, empat ribu tahun yang lalu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.