Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi

📅 Sabtu, 04 Apr 2026, 09:52 WIB | Oleh:
Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi Doc: CNA/AP
Ket. Ma Xingrui berbicara saat konferensi pers di Balai Besar Rakyat di Beijing, Tiongkok pada 7 Maret 2025.

BEIJING - Ma Xingrui, anggota Politbiro elite Tiongkok, sedang diselidiki atas dugaan "pelanggaran serius terhadap hukum dan disiplin". Ia menjadi pemimpin senior Tiongkok terbaru yang kini dalam pengawasan lembaga pengawas antikorupsi.

Tiongkok meningkatkan upaya pemberantasan korupsi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dengan membersihkan anggota Politbiro, badan pembuat keputusan Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa.

Ma, yang juga menjabat sebagai wakil ketua kelompok kerja pedesaan pusat, kini sedang menjalani peninjauan disiplin dan investigasi pengawasan, demikian pernyataan Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin dalam sebuah pemberitahuan pada hari Jumat (3/4).

Komisi tersebut tidak mengungkapkan detail apa pun terkait kasus tersebut.

Penyelidikan terhadap Ma ini menyusul penyelidikan terhadap anggota Politbiro lainnya dan jenderal tertinggi Tiongkok, Zhang Youxia, pada bulan Januari. 

Pengusiran He weidong dari partai yang berkuasa karena korupsi tahun lalu mengurangi jumlah anggota Politbiro dari 24 menjadi 23. 

Sementara penyelidikan berlangsung, Ma dan Zhang tetap menjadi anggota.

Penampilan publik terakhir Ma yang diketahui adalah pada Sidang Pleno Keempat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok pada akhir Oktober. 

Sejak saat itu, ia absen dari tayangan stasiun televisi pemerintah mengenai beberapa peristiwa penting, termasuk rapat parlemen tahunan bulan lalu.

Ia dicopot dari jabatannya sebagai ketua partai Xinjiang pada Juli tahun lalu, dan Chen Xiaojiang mengambil alih posisi tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Ekonomi
Impor Garam Ditargetkan Ber...
Megapolitan
Warga Huntara Senen Nikmati...

Gebyar Bunga Rawa Belong 2026

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Gebyar Bunga Rawa Belong 2026

Peluncuran program STEM Nasional

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peluncuran program STEM Nas...

Perkembangan IHK periode Agustus 2026

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Perkembangan IHK periode Ag...

Subsidi benih padi 2027

7 jam yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Subsidi benih padi 2027
Megapolitan
Dugaan pencemaran limbah Po...

Festival Danau Sentani 2026

8 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Festival Danau Sentani 2026
Advertisement
Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

Penerima KJP Tahap II Gelombang I Ditetapkan Pemprov DKI Ada 661.209 Peserta Didik, Total Angaran RP1,5 Triliun

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.