Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ratusan Rumah di Empat Desa di Kudus Rusak Diterjang Angin Kencang

📅 Senin, 30 Mar 2026, 21:00 WIB | Oleh:
Ratusan Rumah di Empat Desa di Kudus Rusak Diterjang Angin Kencang Doc: ANTARA/HO. BPBD Kudus
Ket. Sejumlah personel gabungan melakukan evakuasi pohon tumbang akibat tiupan angin kencang di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Senin (30/3). Selain pohon, angin kencang juga mengakibatkan 221 rumah warga rusak bervariasi.

KUDUS -- Ratusan rumah warga di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang yang terjadi pada Senin sore.

"Data sementara, tercatat ada 221 rumah warga tersebar di empat desa, yakni Desa Terangmas, Kalirejo, Glagahwaru, dan Medini yang terdampak angin kencang," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko, di Kudus, Senin.

Ia menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelum kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas ringan disertai angin. Namun, sekitar pukul 15.35 WIB, curah hujan meningkat menjadi sangat deras disertai angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pohon tumbang serta merusak atap dan genteng rumah warga, baik ringan maupun berat.

Selain kerusakan rumah, dua bangunan juga dilaporkan roboh di Desa Terangmas. Salah satunya rumah milik warga bernama Seketi yang roboh total. Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Undaan untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, satu bangunan lainnya berupa gudang tratak di desa yang sama juga roboh, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

"Setelah kejadian angin kencang tersebut, kondisi cuaca masih hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," ujarnya.

BPBD mencatat, untuk perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan pada bagian atap, dibutuhkan sekitar 14.400 genteng.

Selain itu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Desa Glagahwaru dan Desa Medini, tepatnya di Jalan Kudus–Purwodadi Gang 14 dan Jalan Kampung Gang 15.

Hingga saat ini petugas gabungan masih melakukan penanganan di lokasi kejadian. Upaya yang dilakukan meliputi asesmen, koordinasi dengan dinas terkait, dokumentasi, serta pelaporan kepada pimpinan.

Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan bencana tersebut, di antaranya Camat Undaan, BPBD Kabupaten Kudus, TRC BPBD, aparat kecamatan dan desa, serta berbagai relawan seperti Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) Undaan, Desa Tangguh Bencana (Destana), dan Undaan Rescue.

BPBD juga mengungkapkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini meliputi dukungan logistik pangan dan material untuk membantu warga terdampak.

Sementara itu, nilai kerugian masih dalam proses perhitungan dan laporan yang disampaikan bersifat sementara karena asesmen masih berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.