Inflasi Medis dan Perubahan Iklim Memacu Kenaikan Klaim Kesehatan
📅 Rabu, 28 Feb 2024, 00:00 WIB | Oleh: Vitto Budi
Doc: ISTIMEWA
JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) saat melaporkan kinerja 56 perusahaan asuransi jiwa untuk periode Januari-Desember 2023 menyatakan kinerja yang cukup baik pada tahun lalu diwarnai dengan kenaikan klaim yang signifikan. Kenaikan klaim tersebut disebabkan oleh inflasi medis yang tinggi, meliputi harga fasilitas kesehatan, biaya perawatan rumah sakit termasuk biaya pelayanan, obat, dan berbagai tes kesehatan.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, saat memaparkan kinerja industri asuransi jiwa di Jakarta, Selasa (27/2), mengatakan selain inflasi medis, kenaikan klaim juga dipicu perubahan iklim yang menyebabkan banyak orang sakit dan mendatangi fasilitas kesehatan untuk perawatan.
"Kalau kenaikannya satu digit mungkin masih bisa diperkirakan, apalagi kalau itu berlangsung beberapa tahun. Tapi kalau kenaikannya sampai double digit dan terulang beberapa tahun, tentu akan membebani industri, walaupun itu memang tanggung jawab kami," kata Budi.
Untuk mengatasi tantangan itu, industri asuransi jiwa mengambil langkah-langkah seperti meninjau kerja sama dengan rumah sakit, mengevaluasi produk dan premi berdasarkan pengalaman klaim, serta memfasilitasi diskusi antarperusahaan anggota AAJI.
Industri asuransi jiwa mendukung langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memperkuat ekosistem kesehatan melalui produk dan layanan asuransi kesehatan yang berkualitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
"AAJI juga sedang mengkaji pembentukan metode pertukaran informasi antarperusahaan anggota untuk mewujudkan sektor kesehatan yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien," katanya.
Margin Besar
Dalam kesempatan yang sama, Ketua bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI, Freddy Thamrin, memaparkan bahwa sepanjang tahun 2023 industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim sebesar 162,75 triliun rupiah kepada lebih dari 10 juta penerima manfaat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami mencatat terjadi tren penurunan pembayaran pada beberapa jenis klaim, seperti klaim akhir kontrak, klaim meninggal dunia, klaim penebusan polis (surrender), serta klaim penarikan sebagian (partial withdrawal)," kata Freddy.
Namun demikian, klaim asuransi kesehatan justru semakin meningkat sepanjang tahun 2023. Di awal tahun (Januari-Maret) total klaim asuransi kesehatan sudah mencapai 4,6 triliun rupiah dan sampai Desember 2023 nilainya melonjak hingga mencapai 20,83 triliun rupiah.
"Saat ini, rasio klaim asuransi kesehatan terhadap pendapatan premi untuk produk tersebut sudah mencapai 138 persen. Ada margin yang cukup besar antara pembayaran klaim dengan pendapatan preminya. Namun, kami di industri asuransi jiwa tetap menjaga komitmen kami dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat melalui pembayaran klaim yang sesuai dengan kesepakatan dalam polis," jelas Freddy.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!