Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hindari Dampak Buruk Gawai, Siswa SMAN 8 Jakarta Anggota Komunitas Peluk Lakukan Literasi Digital ke Anak-anak

📅 Senin, 19 Agu 2024, 11:41 WIB | Oleh:
Hindari Dampak Buruk Gawai, Siswa SMAN 8 Jakarta Anggota Komunitas Peluk Lakukan Literasi Digital ke Anak-anak Doc: istimewa
Ket. Para siswa SMAN 8 Jakarta yang tergabung dalam Komunitas Peduli Edukasi dan Literasi Teknologi Anak (Peluk), berkolaborasi dengan Taman Bacaan Bukit Duri Bercerita, melakukan kegiatan literasi digital kepada anak-anak di sebuah saung di wilayah Bukit Duri Tanjakan, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (18/8).

JAKARTA - Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-79 tidak hanya diperingati di Istana Merdeka, Istana Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, di berbagai instansi, dan lembaga pendidikan, tetapi juga dirayakan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Masyarakat memeriahkan dengan berbagai lomba yang meriah, memberikan hiburan, dan mengundang tawa.

Namun, ada yang menarik yang dilakukan para siswa SMAN 8 Jakarta yang tergabung dalam Komunitas Peduli Edukasi dan Literasi Teknologi Anak (Peluk), berkolaborasi dengan Taman Bacaan Bukit Duri Bercerita, melakukan kegiatan literasi digital kepada anak-anak di sebuah saung di wilayah Bukit Duri Tanjakan, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (18/8).

Menurut siaran persnya, selama sekitar dua jam bergantian, Komunitas Peluk melakukan edukasi literasi digital. Tema yang diajarkan terkait pencarian informasi, penggunaan media sosial sesuai umur, dan bijak menggunakan gawai. Sekitar 40 anak usia SD yang mengikuti kegiatan ini pun antusias mengikuti acara yang diselingi dengan game dan hiburan dari anak-anak.

Peluk merupakan proyek sosial yang diinisiasi oleh lima siswa SMAN 8 Jakarta sebagai bagian dari Program Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Persiapan Angkatan 4. Pendiri Komunitas Peluk ini yakni Athaya Amirah Putri Levanska kelas XII B, Brian Jonah Simorangkir kelas XII B, Lady Brigita Purba kelas XII B, Kaylila Allena Ardryani kelas XII E, dan Joan Allyssa Sihombing kelas XII E, dan terdapat lima siswa SMAN 8 Jakarta lainnya sebagai relawan.

Dalam perbincangan di lokasi acara, pegiat literasi digital dari Komunitas Peluk ini mengatakan, acara di Bukit Duri ini merupakan awal dari pengabdian masyarakat mereka sebagai pelajar SMAN 8 Jakarta dan pilihan pada wilayah Bukit Duri karena lokasinya tak jauh dari lingkungan sekolah.

"Kami punya kepedulian pada masyarakat sekitar, khususnya anak-anak yang memang sangat penting untuk mengetahui hal baik dan buruk dalam penggunaan gawai/handphone," kata Kaylila.

Aktivitas literasi media digital yang dilakukan Komunitas Peluk ini bukan hanya menghibur anak-anak dan memberi pemahaman pemanfaatan media sosial yang sesuai umur dan baik, tetapi juga menyadarkan orang tua mereka, karena banyak orang tua yang menonton dan mengikuti acara ini.

Peningkatan Literasi Digital

"Proyek pertama kami, melibatkan interaksi langsung dengan anak-anak di sekitar yang membutuhkan. Kami mengajarkan literasi digital dasar, seperti cara menggunakan teknologi secara bijak, dan anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi dalam belajar," ujar Athaya.

Athaya juga mengadakan permainan edukatif untuk meningkatkan keterampilan literasi digital mereka, yang diikuti dengan semangat.

"Selain itu, kami menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan mereka setelah mengikuti program ini. Proyek ini telah memberikan dampak positif, baik bagi anak-anak yang terlibat maupun bagi kami yang menjalankannya. Kami berharap dapat terus melanjutkan dan mengembangkan upaya ini untuk memperkuat literasi digital bagi masyarakat," kata Athaya.

Kaylila berpendapat literasi digital merupakan hal yang penting bagi anak-anak SD dan diharapkan mereka dapat mengakses teknologi untuk belajar dengan aman. Hal ini memungkinkan mereka untuk bertanggung jawab dalam aktivitas mereka di dunia digital, mengkritisi informasi yang diterima dan berempati kepada pengguna lain.

"Pada kesempatan hari ini, bertemu dengan adik-adik dan bisa bermain dengan mereka membawa kegembiraan kepada kami. Tak nyangka mengadakan acara pertama Komunitas Peluk akan mendapatkan respons semeriah ini. Ditambah dapat membagikan kegembiraan ini dengan teman-teman volunteer yang lain," kata Kaylila.

Joan mengungkapkan sangat terkesan dengan kesadaran anak-anak terhadap literasi digital. Peluk merangkul anak-anak dan menerapkan visi untuk membantu mendapat edukasi yang lebih baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.