Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Kecelakaan Mudik, Pakar UGM Desak Pemerintah Pantau Kondisi Jalan Rusak dan Lalu Lintas

📅 Rabu, 19 Mar 2025, 17:58 WIB | Oleh:
Cegah Kecelakaan Mudik, Pakar UGM Desak Pemerintah Pantau Kondisi Jalan Rusak dan Lalu Lintas Doc: Istimewa
Ket. Sekretaris Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dewanti

JAKARTA - Pemudik tahun 2025 diprediksi mencapai 148,48 juta jiwa atau setara dengan 52 persen jumlah penduduk Indonesia, sehingga kemungkinan berbagai persoalan tidak hanya kemacetan tetapi juga kecelakaan. Sekretaris Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (UGM), Dewanti, mengungkapkan bahwa peran pemerintah sangatlah penting dalam menanggulangi permasalahan kecelakaan ini tidak semakin besar.

Dia menyebut, dari sisi kecelakaan terdapat tigal hal yang harus disiapkan yaitu pada saat sebelum kejadian atau upaya preventif menghindari kecelakaan, pada saat kejadian, dan mitigasi setelah terjadi kecelakaan.

Sebelum perjalanan tentu saja pemerintah harus menyiapkan sarana dan prasarananya mulai dari menyiapkan jalan hingga transportasi yang akan digunakan.

“Pemerintah sudah seharusnya memeriksa kondisi jalannya, perkerasan jalan, kemudian juga rambu atau pun mungkin marka jalan”, ujar Dewanti, dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (19/3).

Dia menjelaskan, selain itu prasarana lain yang perlu ditinjau seperti jembatan dan kelayakan serta kelengkapan surat dari transportasi. Menurutnya, sarana juga penting untuk diperhatikan seperti pembuatan peraturan atau mungkin himbauan kepada perusahaan yang memberikan layanan untuk angkutan agar armada yang digunakan dalam kondisi yang baik.

“Tidak kalah penting juga mengenai himbauan atau sosialisasi kepada masyarakat terkait pengaturan lalu lintas dan juga titik-titik rest area di jalan tol,” jelasnya.

Dewanti mengungkapkan, pemerintah juga perlu mempersiapkan mengenai sistem yang akan digunakan apabila terjadi kecelakaan mulai dari proses identifikasi, evakuasi korban, pengaturan lalu lintas, dan juga komunikasi yang diperlukan oleh pengguna jalan apabila terjadi kecelakaan. Meksi saat ini pemerintah tengah mengupayakan mengadakan program seperti mudik bersama guna mengurangi jumlah kendaraan pribadi di jalan yang mana hal itu mampu meminimalisir kecelakaan.

Hal tersebut juga harus diinformasikan dengan baik kepada masyarakat. Perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak. “Jadi, ini tidak hanya teman-teman di kepolisian tetapi juga teman-teman di perhubungan, ini juga perlu dilibatkan kalau nanti terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Dia menyebut bahwa penanganan setelah terjadi kecelakaan juga perlu dipersiapkan dengan baik. Hal ini tidak jauh dari proses evakuasi dari korban kecelakaan untuk dapat segera dibawa ke pusat layanan kesehatan secepat mungkin.

Dewanti melanjutkan, hal lain yang tak kalah penting adalah mempersiapkan jalur khusus untuk ambulans atau pun skema pembukaan jalan. Dengan demikian, korban dapat dibawa ke layanan fasilitas kesehatan.

“Jadi, nanti peran rumah sakit ini jadi penting, bagaimana menyiapkan rumah sakit di sepanjang jalur mudi ini perlu diinformasikan sehingga mempermudah proses evakuasi”, ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.