Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPPT Harus Berburu Inovasi dan Teknologi

📅 Sabtu, 17 Apr 2021, 10:14 WIB | Oleh:
BPPT Harus Berburu Inovasi dan Teknologi Doc: istimewa

Pada setiap jilid revolusi industri, negara-negara atau industri yang menguasai teknologi sudah bisa dipastikan bakal menjadi pemimpin.

Tak terkecuali dengan Revolusi Industri 4.0 yang mana terkenal dengan otomatisasi dan digitalisasi. Pada era ini, teknologi digital seperti artificial intellegence, internet of things, dan big data, menjadi teknologi yang sangat penting untuk dikuasai.

Indonesia sendiri terkenal dengan sumber daya alam yang melimpah. Jadi, sebuah ironi mengingat dengan SDA (sumber daya alam) tersebut Indonesia masih tertinggal dari negara-negara lain.

Harus diakui, Indonesia masih tertinggal dalam penguasaan teknologi. Indonesia harus mulai beranjak dari negara berbasis ekonomi SDA menjadi negara berbasis ekonomi pada produk inovasi. Produk inovasi tersebut harus mampu digunakan masyarakat sehingga bisa memberi nilai tambah pada sumber daya alam Indonesia yang melimpah.

Untuk mendalami terkait sejauh mana penguasaan teknologi di Tanah Air, wartawan Koran Jakarta, Muhamad Ma'rup, mewawancarai Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Hammam Riza, dalam beberapa kesempatan. Berikut petikan wawancaranya.

Apa saja tantangan yang dihadapi Indonesia dalam ekosistem inovasi dan teknologi?

Kalau kita bicara mengenai tantangan untuk melakukan penguatan ekosistem inovasi dan teknologi, komponen-komponen dari sebuah ekosistem triple helix yang tentu saja ini harus membentuk sebuah sinergi dan kolaborasi. Sinergi dan kolaborasi inilah yang mungkin menjadi tantangan.

Banyak produk inovasi teknologi yang berhenti pada saat kita ingin bergerak dari upaya perekayasaan, penelitian, kemudian telah melewati proses kliring teknologi. Kita sering jatuh di lembah kematian inovasi itu sendiri. Kita tidak mampu melaksanakan alih teknologi, melaksanakan difusi ilmu pengetahuan dan teknologinya atau melaksanakan link and match di dalam proses intermediasi kepada upaya komersialisasi ataupun scale-up yang kita harapkan.

Sering kita jumpai bahwa banyak ide-ide kreatif dan inovatif. Tapi, karena tidak didukung oleh ekosistem yang baik yang mana dia akan mengalami tantangan dan sumbatan baru untuk bisa dapat menjadi produk kebanggan dan digunakan dan dipakai.

Lalu, bagaimana seharusnya pola dari ekosistem inovasi dan teknologi tersebut?

Untuk mengatasi sumbatan tersebut ataupun jurang dan death valey daripada inovasi industri, seluruh kemampuan elemen di dalam upaya kita melaksanakan komersialisasi baik itu dari sisi pengguna yang memberikan tarikan kebutuhan ataupun demand pull terhadap sebuah inovasi. Itu sudah harus dari sejak awal kita perhitungkan dan kita ajak bersama di dalam membangun kemampuan kita melakukan produk inovasi Indonesia. Sehingga secara bisnis pun komersialisasi itu memang betul-betul sudah diperhitungkan dari sejak kita memulai ide kreatif.

Banyak pengalaman kita bahwa untuk industri itu haruslah dikuatkan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan (Litbangjirap)-nya dari sejak awal. Sehingga kita betul-betul bisa menghasilkan produk yang berhasil untuk dimanfaatkan dan dikomersialisasikan.

Presiden RI Joko Widodo pernah memberi arahan khusus kepada BPPT. Bisa dibagikan apa saja arahan tersebut dan bagaimana BPPT menyikapinya?

Kita diminta oleh Presiden Joko Widodo bahwa BPPT harus menjadi lembaga akuisisi teknologi maju dari mana pun dengan implementasi yang cepat. Ini memang semangatnya BPPT yang solid, smart, dan speed. Speed dalam melaksanakan reverse engineering dan kemudian mampu mengembangkan karena artinya inovasi itu sendiri adalah kita memiliki kebaruan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Kemarau Picu Penurunan Debi...
Ekonomi
Indonesia Catat Produksi Na...

Pengukuhan Pengurus Perkapi

6 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan Pengurus Perkapi
Advertisement
Daftar Jalan dan Ikon Jakarta yang Gelap Dampak Pemadaman Lampu Sabtu Besok

Daftar Jalan dan Ikon Jakarta yang Gelap Dampak Pemadaman Lampu Sabtu Besok

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.