Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anti-Boncos! Begini Cara Cerdas Kelola Pengeluaran Mikro

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 19:53 WIB | Oleh:
Anti-Boncos! Begini Cara Cerdas Kelola Pengeluaran Mikro Doc: Koran Jakarta - Haryo Brono
Ket. Dari kiri, Melvin Mumpuni, Certified Financial Planner (CFP) sekaligus Founder dari Finansialku bersama Asep Haekal, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, Ovo & Bank dalam acara OvoFinTalk yang bertajuk “Bijak di Era Cashless” di Jakarta pada hari Rabu, (17/06).

JAKARTA – Pembayaran digital kini semakin terintegrasi dalam berbagai aktivitas sehari-hari masyarakat. Mulai dari membeli makanan dan minuman (F&B), membayar transportasi, berbelanja kebutuhan rumah tangga, hingga memenuhi kebutuhan digital seperti paket data dan layanan hiburan, transaksi non-tunai telah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak pengguna.

Data Ovo menunjukkan adanya perubahan pola penggunaan pembayaran digital dalam lima tahun terakhir. Dalam periode tersebut, total transaksi Ovo meningkat sebesar 77% dibandingkan 2021. Selain itu, ratusan ribu pengguna memanfaatkan Ovo untuk bertransaksi setiap harinya, mencerminkan bagaimana pembayaran digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

Seiring dengan meningkatnya penggunaan tersebut, Ovo juga melihat adanya pergeseran perilaku transaksi pengguna. Pada 2021, mayoritas transaksi Ovo berasal dari merchant online dengan porsi sekitar 68% dari total transaksi. Namun, pada 2025, mayoritas transaksi justru berasal dari merchant offline dengan porsi mencapai 69%.

Temuan ini menunjukkan bahwa pembayaran digital kini semakin digunakan dalam berbagai aktivitas harian yang dilakukan secara langsung di merchant fisik. Didukung oleh semakin luasnya adopsi QRIS, pembayaran digital tidak lagi hanya digunakan untuk kebutuhan online, tetapi juga untuk berbagai kebutuhan rutin masyarakat.

Jika ditelusuri lebih lanjut, transaksi terbesar pengguna Ovo di merchant offline berasal dari kategori makanan dan minuman (F&B) yang menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 36.7% dari total transaksi Ovo pada Mei 2026. Menariknya, transaksi tersebut didominasi oleh pembelian yang bersifat sederhana dan rutin dalam keseharian, mulai dari jajanan seperti pentol, paket nasi ayam, crepes, es krim, hingga kopi.

Temuan ini menunjukkan bahwa pembayaran digital kini semakin digunakan untuk transaksi bernilai kecil yang dilakukan secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Selain F&B, pengguna juga banyak memanfaatkan pembayaran digital untuk memenuhi kebutuhan harian lainnya, seperti pembayaran tagihan dan utilitas, layanan, ritel, serta belanja kebutuhan pokok.

Tantangan di Balik Kemudahan Transaksi Seamless

Semakin terintegrasinya pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari tentu memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika transaksi menjadi semakin cepat dan seamless, pengguna juga perlu semakin sadar akan kebiasaan pengeluaran mereka. Pengeluaran kecil yang rutin dilakukan kerap terasa ringan, tetapi dapat terakumulasi menjadi jumlah yang signifikan jika tidak dipantau dengan baik.

Melihat tren tersebut, Ovo menggelar OvoFinTalk, sesi diskusi dan workshop finansial bertema “Bijak di Era Cashless: Membangun Kebiasaan Finansial yang Lebih Cerdas dan Aman di Era Digital”, berkolaborasi dengan Finansialku. Melalui sesi diskusi ini, Ovo mengajak masyarakat untuk memahami bagaimana kemudahan transaksi digital dapat dimanfaatkan secara lebih bijak, sekaligus membantu pengguna membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

Asep Haekal, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, Ovo & Bank, mengatakan bahwa OvoFinTalk menjadi bagian dari upaya Ovo untuk menghadirkan edukasi finansial yang lebih dekat dengan pengalaman pengguna dalam memanfaatkan layanan digital sehari-hari.

“Transaksi non-tunai kini sudah menjadi bagian dari rutinitas harian finansial masyarakat. Karena itu, kemudahan transaksi perlu dibarengi dengan literasi finansial agar pengguna dapat lebih sadar terhadap pola pengeluaran mereka. Melalui OvoFinTalk bersama Finansialku, kami ingin mendorong pengguna agar dapat memanfaatkan layanan digital secara lebih bijak, aman, dan terencana,” ujar Haekal dalam OvoFinTalk yang bertajuk “Bijak di Era Cashless” di Jakarta pada hari Rabu, (17/06). 

Strategi dan Solusi Finansial Menghadapi Fenomena "Gaji Numpang Lewat"

Melvin Mumpuni, Certified Financial Planner sekaligus Founder Finansialku, menjelaskan bahwa gaya hidup cashless bukan sesuatu yang perlu dihindari, melainkan perlu diimbangi dengan kebiasaan finansial yang sehat.

“Cashless lifestyle bisa sangat membantu jika digunakan dengan sadar. Yang penting, pengguna perlu rutin mengecek histori transaksi, membatasi budget harian, serta membedakan kebutuhan dan keinginan. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali meskipun transaksi kini semakin mudah dilakukan,” ujar Melvin.

Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan pengguna adalah meninjau kembali riwayat transaksinya secara berkala. Melalui fitur riwayat transaksi di Ovo, pengguna dapat melihat kembali ke mana uang mereka digunakan, memahami kategori pengeluaran yang paling sering muncul, serta mengevaluasi kebiasaan finansial mereka secara lebih objektif.

Melvin juga menyoroti fenomena “gaji numpang lewat” yang kerap terjadi pada era cashless. Pengeluaran kecil yang dilakukan secara impulsif sering kali terasa ringan saat dilakukan, tetapi menjadi signifikan ketika terakumulasi dalam satu bulan. Karena itu, evaluasi pengeluaran secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan finansial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Sumut Resmi Larang Penggunaan Vape bagi ASN dan Non-ASN

Sumut Resmi Larang Penggunaan Vape bagi ASN dan Non-ASN

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.