Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Aksi Ibu Rawat Bumi, Seribu Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Bencana Gunungkidul

📅 Senin, 22 Des 2025, 16:55 WIB | Oleh:
Aksi Ibu Rawat Bumi, Seribu Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Bencana Gunungkidul Doc: Dok. Pemkab Gunung Kidul

GUNUNG KIDUL - Peringatan Hari Ibu 2025 di Gunungkidul diisi dengan aksi lingkungan yang menempatkan peran ibu sebagai penjaga keberlanjutan alam. Ratusan perempuan dari berbagai latar belakang terlibat langsung dalam penanaman seribu pohon di kawasan Embung Betara Sriten, Kapanewon Nglipar, Minggu (21/12/2025), sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan pengurangan risiko bencana.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI periode 2019–2024 Bintang Puspayoga, Anggota DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta R.A. Yashinta Mekarwangi Mega, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, komunitas pecinta alam, ibu-ibu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta masyarakat setempat. Aksi ini dipusatkan di wilayah yang selama ini dikenal rentan terhadap bencana alam.

Menteri PPPA RI periode 2019–2024 Bintang Puspayoga menilai peringatan Hari Ibu di Gunungkidul tidak berhenti pada seremoni, melainkan diwujudkan melalui langkah konkret yang memberi manfaat langsung bagi lingkungan. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam menjaga alam memiliki makna mendalam sekaligus dampak jangka panjang.

“Kegiatan ini luar biasa. Perempuan ikut merawat lingkungan. Dengan menjaga lingkungan, maka lingkungan juga akan menjaga kita. Aksi menanam ini sangat menarik secara filosofi, karena menanam dapat dianalogikan dengan peran perempuan dalam merawat keluarga dan putra-putrinya,” terangnya.

Aksi penanaman pohon ini juga menjadi simbol keterkaitan peran ibu dalam keluarga dengan tanggung jawab menjaga alam. Lingkungan yang lestari dinilai sebagai fondasi penting bagi keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, peringatan Hari Ibu perlu dimaknai lebih luas sebagai momentum membangun kesadaran kolektif dalam merawat alam. Kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, menurutnya, telah meningkatkan ancaman bencana di berbagai wilayah.

“Dari kejadian banyaknya bencana yang terjadi karena rusaknya lingkungan dan perubahan iklim, maka Hari Ibu ini kita jadikan momentum bahwa kita wajib merawat Ibu Pertiwi. Karena itu kami memilih lokasi di kapanewon yang rawan bencana seperti Gedangsari dan Nglipar,” ungkap Bupati.

Ia menambahkan, kegiatan menanam pohon memiliki nilai filosofis yang sejalan dengan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan, kata dia, terbiasa menjaga dan merawat, baik dalam lingkup keluarga maupun lingkungan.

“Para ibu, para perempuan ini mampu menjaga dan merawat keluarga serta putra-putrinya. Sehingga saya yakin, dengan perempuan yang tangguh, kita juga akan mampu menjaga Ibu Pertiwi agar tetap utuh,” jelasnya.

Jenis bibit yang ditanam meliputi pohon gayam, beringin, asam jawa, nangka, dan tanaman lain yang berfungsi memperkuat struktur tanah guna mencegah longsor. Pohon nangka dipilih karena merupakan tanaman khas Gunungkidul yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 3 Tahun 1999.

Melalui kegiatan ini, peringatan Hari Ibu diharapkan menjadi penggerak peran aktif perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah daerah dan masyarakat berharap keterlibatan ibu-ibu dalam aksi nyata seperti ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya melindungi alam sekaligus meminimalkan risiko bencana di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.