Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?
Jumat, 09 Okt 2026, 08:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraKekalahan dari Jerman pada final Piala Dunia 2014 kemudian disusul kekalahan beruntun dari Chile pada final Copa América 2015 dan 2016. Tekanan terhadap Messi pun semakin besar.
Bahkan, setelah kalah dari Chile pada 2016, Messi sempat mengumumkan keputusannya untuk berhenti dari tim nasional sebelum akhirnya berubah pikiran dan kembali memperkuat Argentina.
Keputusan kembali tersebut pada akhirnya mengubah seluruh perjalanan karier internasionalnya.
Messi memimpin Argentina meraih Copa América 2021, kemudian menjadi bagian penting dalam keberhasilan menjuarai Finalissima 2022 melawan Italia. Setelah itu, ia tampil menentukan dalam perjalanan menuju gelar Piala Dunia 2022.
Argentina kemudian kembali menjadi juara Copa América pada 2024. Meski Messi harus meninggalkan pertandingan final lebih awal karena cedera, keberhasilan tersebut tetap menambah satu lagi trofi penting dalam warisan internasionalnya.
Maradona memiliki cerita berbeda.
Ia tidak pernah memenangkan Copa América bersama tim senior Argentina. Karena itu, dalam urusan gelar kontinental, Messi memiliki keunggulan yang sulit dibantah.
Namun, perbandingan tersebut tetap harus mempertimbangkan era yang berbeda. Maradona menjalani karier internasional ketika Copa América memiliki format dan kalender yang berbeda dengan kompetisi modern.
Karena itu, sekali lagi, statistik dan jumlah trofi hanya menjadi salah satu bagian dari gambaran yang lebih besar.
Salah satu perbedaan paling mencolok antara keduanya adalah umur panjang.
Maradona memperkuat Argentina dari 1977 hingga 1994. Messi memulai karier senior internasionalnya pada tahun 2005 dan menjalani perjalanan lebih dari dua dekade.
Messi bermain dalam enam Piala Dunia dan tujuh Copa América. Ia tetap menjadi pemain sentral Argentina bahkan ketika memasuki usia 30-an, periode ketika banyak pemain besar mulai kehilangan peran utama di tim nasional.
Yang membuat perjalanan Messi semakin istimewa adalah perubahan gaya bermainnya.
Pada awal karier, Messi mengandalkan kecepatan, dribel, akselerasi, dan kemampuan melewati lawan. Seiring bertambahnya usia, ia semakin sering turun ke area tengah, mengatur permainan, memberikan umpan, dan menentukan ritme pertandingan.
Perubahan tersebut membuat Messi tetap efektif meskipun kemampuan fisiknya tidak lagi sama seperti ketika masih muda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!