Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?
Jumat, 09 Okt 2026, 08:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraMessi mengambil jalan berbeda menuju kejayaan di Piala Dunia 2022.
Di Qatar, Messi mencetak tujuh gol dan memberikan tiga assist. Ia juga menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol pada fase grup, 16 besar, perempat final, semifinal, dan final dalam satu turnamen.
Ketika Argentina berada dalam situasi sulit, Messi hampir selalu hadir.
Ia mencetak gol melawan Australia, memberikan assist brilian kepada rekan setimnya sebelum mencetak gol dari titik penalti melawan Belanda, tampil dominan saat menghadapi Kroasia di semifinal, kemudian mencetak dua gol pada final dramatis melawan Prancis.
Final tersebut menjadi salah satu pertandingan paling dramatis dalam sejarah Piala Dunia. Argentina sempat unggul, kemudian Prancis bangkit dan memaksakan perpanjangan waktu. Messi kembali mencetak gol, tetapi Kylian Mbappe membawa Prancis menyamakan kedudukan sebelum Argentina akhirnya menang lewat adu penalti.
Ada kesamaan menarik dalam kedua keberhasilan tersebut.
Maradona berusia 25 tahun ketika memimpin Argentina pada 1986 dan berada di puncak kemampuan fisik serta kreativitasnya. Messi berusia 35 tahun saat membawa Argentina menjadi juara di Qatar. Kecepatan eksplosifnya memang tidak lagi seperti masa muda, tetapi digantikan kecerdasan permainan yang begitu matang.
Maradona 1986 mungkin merupakan penampilan individual yang lebih eksplosif. Messi 2022 adalah puncak evolusi seorang pemain yang mampu memilih dengan tepat kapan dan di mana harus memberikan pukulan menentukan.
Maradona seperti badai yang menerjang sebuah turnamen. Messi lebih menyerupai seorang grandmaster yang mengendalikan pertandingan dengan ketenangan dan kecerdasan.
Perjalanan Panjang di Copa América
Jika Piala Dunia memberikan panggung terbesar, Copa América justru menghadirkan perjalanan emosional yang berbeda bagi Messi.
Messi mencapai lima final Copa América. Ia mengalami kekalahan pada 2007, 2015, dan 2016 sebelum akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan membawa Argentina mengalahkan Brasil di Stadion Maracanã pada 2021.
Kemenangan tersebut sangat penting karena mengakhiri penantian 28 tahun Argentina untuk meraih trofi senior bersama tim nasional.
Bagi Messi secara pribadi, keberhasilan itu juga menjadi jawaban terhadap kritik yang selama bertahun-tahun mengiringi karier internasionalnya.
Sebelumnya, Messi memang berkali-kali berada sangat dekat dengan trofi tetapi gagal di partai puncak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!