Korban Tewas Tabrakan Kereta Cepat Spanyol Tembus 68 Orang, Gara-gara Gangguan Sinyal?
Kamis, 29 Okt 2026, 05:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
URDA – Jumlah korban tewas dalam tabrakan dua kereta berkecepatan tinggi di dekat Urda, Provinsi Toledo, Spanyol, melonjak menjadi sedikitnya 68 orang. Puluhan korban lainnya mengalami luka-luka, termasuk sekitar 50 orang yang dilaporkan mengalami luka serius dan 15 orang dalam kondisi kritis.
Besarnya jumlah korban membuat kecelakaan pada Rabu (28/10) tersebut menjadi salah satu tragedi kereta api paling mematikan di Spanyol dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah upaya penyelamatan dan evakuasi jenazah, perhatian kini tertuju pada dugaan gangguan sistem persinyalan yang terjadi sebelum kecelakaan.
Dikutip dari Al Jazeera, kecelakaan berlangsung di jalur kereta cepat yang menghubungkan Madrid dengan Sevilla, di Spanyol bagian selatan. Sebuah kereta dilaporkan menabrak bagian belakang kereta lain yang sedang berhenti hingga dua gerbong tergelincir.
Juru bicara pemerintah daerah Castilla-La Mancha, Esther Padilla, mengatakan kepada televisi publik Spanyol, TVE, bahwa kedua kereta melaju searah sebelum tabrakan terjadi.
Insiden tersebut melibatkan kereta cepat AVE milik operator negara Renfe yang melayani perjalanan Madrid-Sevilla dan kereta milik operator swasta Iryo.
Menurut Padilla, kereta Renfe mengangkut 397 penumpang, sedangkan kereta Iryo membawa 147 penumpang. Dengan demikian, terdapat ratusan orang di dalam dua rangkaian kereta yang terlibat kecelakaan tersebut.
Dua gerbong kereta Iryo dilaporkan terlempar ke lereng tanggul. Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan puing-puing gerbong berserakan di sisi jalur, sementara petugas penyelamat dan warga berupaya membantu para korban.
Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia mengatakan tim darurat memusatkan perhatian pada penyelamatan korban selamat serta evakuasi jenazah dari dua gerbong yang mengalami kerusakan paling parah.
“Benturannya sangat keras, jadi kami memperkirakan ini akan menjadi tragedi,” kata Garcia kepada TVE.
Gangguan persinyalan sebelum kecelakaan
Di tengah penyelidikan penyebab tabrakan, Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente mengungkapkan adanya gangguan pada sistem kendali kereta api sebelum insiden.
Puente mengatakan sistem kendali LZB mengalami gangguan sekitar pukul 08.30 waktu setempat di sepanjang jalur sekitar 63 kilometer. Gangguan tersebut berdampak pada enam kereta, meskipun jumlah pastinya masih belum dapat dipastikan.
Ketika sistem mengalami gangguan, pengendalian lalu lintas kereta dialihkan ke pusat kendali Atocha. Dari pusat kendali tersebut, keputusan diambil agar kereta Renfe tetap melanjutkan perjalanan secara normal.
“Keputusan untuk melanjutkan lalu lintas tanpa sistem yang dipulihkan sesuai dengan arahan pusat kendali,” kata Puente.
Ia menggambarkan situasi tersebut sebagai sesuatu yang “tidak dapat dijelaskan”.
Pernyataan itu memunculkan pertanyaan mengenai prosedur keselamatan yang diterapkan ketika sistem persinyalan mengalami gangguan. Namun, penyebab pasti kecelakaan dan kemungkinan kaitan antara gangguan tersebut dengan tabrakan masih harus dipastikan melalui penyelidikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!