Messi vs Maradona: Siapa yang Punya Karier Terbaik Bersama Timnas Argentina?
Jumat, 09 Okt 2026, 08:10 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraNamun, Messi memiliki tambahan pencapaian yang membuat koleksi gelarnya lebih lengkap. Ia dua kali menjuarai Copa América, pada 2021 dan 2024, serta menjadi bagian dari tim Argentina yang memenangkan Finalissima 2022. Dengan demikian, Messi telah mengoleksi empat gelar senior utama bersama Argentina.
Maradona tidak pernah memenangkan Copa América bersama tim senior Argentina dan memiliki dua gelar senior utama.
Dari sisi penghargaan individu di Piala Dunia, Messi juga unggul. Ia dua kali mendapatkan Golden Ball sebagai pemain terbaik turnamen, yakni pada 2014 dan 2022. Maradona meraih penghargaan serupa pada Piala Dunia 1986.
Meski demikian, angka-angka tersebut perlu ditempatkan dalam konteks zamannya. Maradona bermain pada periode ketika sepak bola internasional menawarkan jauh lebih sedikit pertandingan dibandingkan era modern. Karena itu, jumlah penampilan dan gol tidak sepenuhnya dapat dijadikan ukuran mutlak untuk menentukan siapa yang lebih berpengaruh.
91 penampilan dan 34 gol tetap merupakan catatan luar biasa untuk Maradona. Pengaruhnya pun sering kali tidak tercermin dalam statistik akumulatif, melainkan melalui momen-momen besar ketika Argentina membutuhkan pemain terbaiknya untuk mengambil alih pertandingan.
Karena itu, keunggulan Messi dalam jumlah pertandingan bukan sekadar hasil dari lebih banyak kesempatan. Kemampuannya mempertahankan level permainan tertinggi selama hampir dua dekade juga merupakan pencapaian luar biasa.
Jika Maradona memiliki puncak karier yang nyaris mitologis, Messi menawarkan kombinasi berbeda: puncak yang luar biasa sekaligus konsistensi tinggi dalam jangka waktu yang sangat panjang.
Messi 2022 vs Maradona 1986
Jika Piala Dunia menjadi panggung terbesar untuk membandingkan keduanya, maka edisi 1986 dan 2022 menjadi dua bab terpenting.
Maradona tampil luar biasa di Meksiko. Ia mencetak lima gol dan menyumbangkan lima assist ketika Argentina menjadi juara dunia. Namun, statistik tersebut belum sepenuhnya menggambarkan besarnya pengaruh Maradona dalam turnamen tersebut.
Ketika memasuki fase gugur, Maradona seperti menemukan level permainan yang berbeda.
Pada perempat final melawan Inggris, ia mencetak dua gol. Gol pertama adalah "Tangan Tuhan", sementara gol keduanya merupakan aksi solo luar biasa yang kemudian dikenal sebagai Gol Abad Ini.
Dua gol dalam rentang beberapa menit tersebut menjadi gambaran sempurna tentang sosok Maradona: kontroversial, berani, penuh kejeniusan, sekaligus mampu menghasilkan momen yang kemudian menjadi bagian dari mitologi sepak bola Argentina.
Gol pertama, yang tercipta melalui tangan dan memicu kontroversi besar, justru semakin memperkuat aura Maradona. Sementara gol kedua memperlihatkan sisi artistiknya ketika ia melewati sejumlah pemain Inggris sebelum menaklukkan kiper Peter Shilton.
Dari sana, Maradona seolah berubah dari seorang pemain hebat menjadi figur yang jauh lebih besar dalam imajinasi publik Argentina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!