Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Fenomena “Selebriti Kucing”, Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Hewan

29 Kamis, 29 Okt 2026, 13:00 WIB | Oleh:
Fenomena “Selebriti Kucing”, Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Hewan Fenomena “Selebriti Kucing”, Tingkatkan Kepedulian Masyarakat pada Hewan Doc: antara foto
Ket. Selebriti kucing atau "Selebcat"

JAKARTA - Belakangan ini foto dan video kucing yang tinggal di tempat umum seperti stasiun kereta dan pusat belanja sering menjadi viral di platform media social (medsos). Kondisi itu ternyata mendorong orang untuk mendatangi, melihat, berinteraksi, atau sekadar memfoto kucing-kucing tersebut.

Saat dihubungi pada Kamis (29/10), drh. Trima Naimmah menyampaikan bahwa fenomena yang sering disebut selebriti kucing atau "selebcat" itu di satu sisi dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap hewan, terutama kucing.

Menurut lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor itu, fenomena yang demikian juga menghadirkan peluang untuk mengedukasi masyarakat mengenai kesejahteraan hewan di ruang publik.

Namun, perhatian dan stimulasi yang berlebihan juga bisa mempengaruhi kondisi kucing-kucing yang tinggal di tempat umum, apalagi kalau kucingnya pernah punya trauma dalam berhubungan dengan manusia.

"Setiap individu kucing itu memiliki respons, karakter, toleransi yang berbeda ketika didekati, dielus, difoto, bahkan dikerumuni," kata drh. Trima.

"Bisa jadi kucingnya merasa tidak nyaman, takut, atau bahkan langsung menyerang jika karakternya memang garang," kata anggota Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) itu.

Ia menjelaskan, tanda kucing mengalami stimulasi berlebih antara lain napasnya cepat, jantungnya berdebar kencang, dan ekornya digerakkan seperti mencambuk.

Selain itu, kucing bisa menggeram, mendesis, telinganya mengarah ke belakang, pupilnya membesar, rambutnya berdiri tegak, serta berusaha menepis atau mencakar atau menggigit tangan orang yang hendak memegangnya.

Dokter hewan Trima mengingatkan bahwa makhluk hidup, termasuk kucing, bukan objek hiburan. Jadi, sebaiknya berusaha bijak jika ingin menunjukkan kasih sayang pada kucing di tempat umum.

"Baiknya kita lihat dulu situasi kucing, apakah sedang santai, juga jangan berikan gerakan mendadak yang membuat dia kaget," katanya.

"Sebaiknya juga biarkan kucing mendekat sendiri, sampai dia mencium dan mengendus tangan kita misalnya, itu bisa jadi tanda dia bersedia kontak dengan kita," ia menambahkan.

Ia mengatakan bahwa kucing yang mau dielus bukan berarti bersedia dielus terus menerus.

"Jadi elus sewajarnya, jangan berlebihan, jangan berikan gerakan tiba-tiba yang membuatnya kaget," katanya.

Dia menekankan bahwa rasa sayang terhadap kucing tidak hanya bisa dicurahkan dengan menyentuh, menggendong, atau mengajak bermain kucing.

Menurut dia, menjaga jarak agar kucing bisa merasa nyaman di tempat dia berada juga merupakan bentuk kasih sayang terhadap kucing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Trump Tuduh Demokrat Akali ...
Daerah
Satgas: MBG Model Prasmanan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sulawesi Investment and Business Forum 2026 Tawarkan 43 Proyek Potensial ke Investor

Sulawesi Investment and Business Forum 2026 Tawarkan 43 Proyek Potensial ke Investor

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.