Kolaborasi Dinamis dan Produktif Kelola Sampah Jakarta
Kamis, 29 Okt 2026, 15:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: KPNas
Oleh Bagong Suyoto
Pengurus Sahabat Persada Alam (SPA) dan Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas)
Sampah Jakarta menjadi topik menarik dalam berbagai diskusi, seminar, simposium, workshop dan event lain. Hampir setiap hari menghiasi media cetak, online di daerah dan nasional, bahkan internasional. Membicarakan sampah Jakarta tidak bisa parsial, tetapi harus menyeluruh dari hulu ke hilir, dari sumber hingga TPST Bantargebang.
Maka sangat esensial mengetahui secara detail dan jelas mengenai Master Plan Pengelolaan Sampah DKI Jakarta kurun 10 tahun ke depan jika ingin memberi solusi berkelanjutan dan tuntas. Persoalan itu berdasarkan pengaduan masyarakat dan perlu diketahui akar masalah dan segera ada solusinya. Persoalan sampah berkaitan dengan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Melalui pengembangan Observatorium Lingkungan Warga, Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Jakarta mendorong partisipasi masyarakat dalam pemantauan lingkungan melalui mekanisme pelaporan dan dokumentasi berbasis digital.
Data dan temuan yang terkumpul dapat digunakan untuk mengidentifikasi persoalan, melihat pola dan kecenderungan, menghubungkan laporan warga dengan informasi sekunder yang relevan, serta merumuskan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
Dalam isu persampahan, pendekatan ini dapat membantu memperlihatkan persoalan yang dihadapi masyarakat secara lebih terstruktur, termasuk penumpukan sampah, praktik pembakaran terbuka, pengelolaan sampah yang belum memadai, dan dampaknya terhadap lingkungan permukiman maupun ekosistem perairan.
Selanjutnya, hasil pengolahan dan analisis laporan warga tersebut kemudian dikembangkan menjadi policy brief yang memuat identifikasi masalah, analisis terhadap kebijakan dan tata kelola yang relevan, serta rekomendasi bagi pemangku kepentingan. Policy brief mengenai persoalan sampah menjadi salah satu bahan utama yang akan disampaikan dalam Forum Dialog Kebijakan.
Dokumen ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman mengenai persoalan persampahan dari perspektif masyarakat, sekaligus membuka ruang pembahasan mengenai kesesuaian kebijakan yang berjalan, tantangan implementasi di lapangan, serta peluang perbaikan dalam pengelolaan sampah di Jakarta.
Pertanyaan Sangat Urgent
Saya akan merespons para pembicara dalam Dialog Kebijakan: “Memperkuat Tata Kelola Persampahan di Jakarta Berbasis Data dan Partisipasi Publik” yang diselenggarakan LP3ES bersama WALHI Jakarta di Erian Hotel, Jakarta, 28 Oktober 2026.
Pembicara diskusi di antaranya: Iqbal dari LP3ES, Aminullah Direktur Eksekutif Walhi Jakarta dan Toris dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, dan penanggap Bagong Suyoto pengurus Sahabat Persada Alam (SPA) sekaligus Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas).
Saya mengapresiasi yang dilakukan LP3ES dan Walhi Jakarta dalam menyediakan platform system pengaduan warga berkaitan dengan permasalahan lingkungan dan sampah. Upaya ini bisa bergerak Bersama, berkolaborasi dengan Dinas LH DKI Jakarta dan stakeholders lain. Urusan sampah tidak bisa ditangani sendiri-sendiri, tetapi harus kolaborasi yang dinamis dan produktif.
Tulisan ini lebih fokus pada tanggapan saya terhadap tiga pembicara. Persoalan yang menjadi ganggalan adalah persoalan data. Ada beberapa pertanyaan penting yang saya ajukan.
Pertama, Apakah Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki data valid dan akurat berdasar fakta lapangan mengenai kuantitas dan kualitas warga yang berpartisipasi dalam pengelolaan sampah Jakarta? Bukan data simulasi!
Kedua, elemen-elemen mana saja atau siapa saja yang terlibat? Sejak kapan mereka berpartisipasi dalam pengelolaan sampah? Ketiga, sejak diterbitkan Ingub No. 5/2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, berapa besar warga yang melakukan pemilahan sampah di sumber?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!