Mentan Minta Usut Tuntas Dugaan Penyelewengan 600 Ton Beras SPHP
Kamis, 29 Okt 2026, 15:38 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Kementan
JAKARTA - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkap dugaan penyelewengan 600 ton beras bersubsidi menjadi beras premium. Temuan awal tersebut terungkap saat inspeksi mendadak di Jakarta Timur, Rabu (28/10).
Amran mengatakan bahwa beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) diduga dioplos dan dijual sebagai beras premium. Beras yang seharusnya dijual Rp12.500 per kilogram itu diduga dipasarkan dengan harga Rp17.000 per kilogram.
“Ini beras untuk saudara-saudara kita yang berada di bawah kemiskinan dan ini disubsidi pemerintah. Harusnya harganya Rp12.500 per kilogram, tetapi dijual Rp17.000 setelah dioplos dan dipasarkan sebagai beras premium,” kata Amran.
Amran meminta kepolisian mengusut dugaan penyelewengan tersebut hingga ke seluruh rantai distribusi. Penyelidikan diharapkan mengungkap asal pasokan, proses pengemasan, jalur penjualan, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Kalau ini bisa dibongkar sampai akar-akarnya, itu yang kami harapkan. Kami memohon kepada kepolisian agar kasus ini didalami dan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Amran, 600 ton merupakan jumlah awal yang dilaporkan dalam pengungkapan kasus tersebut. Ia menduga volume beras yang diselewengkan bisa lebih besar, bahkan mencapai ribuan ton, tetapi jumlah keseluruhannya masih harus dipastikan melalui penyelidikan.
Amran juga meminta aparat mendalami kemungkinan keterlibatan oknum di lingkungan Perum Bulog maupun Kementerian Pertanian. Ia menegaskan tidak boleh ada pihak yang dilindungi apabila terbukti terlibat.
“Kami tidak ingin ada yang dilindungi. Kalau ada yang terlibat, harus ditindak, jadi jangan dibiarkan,” tegas dia.
Amran menilai dugaan penyelewengan beras SPHP berpotensi menghambat upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan. Karena itu, pengawasan perlu diperkuat sejak beras keluar dari gudang hingga sampai kepada konsumen.
Ia mengapresiasi jajaran kepolisian, termasuk Polres Jakarta Timur, yang telah mengungkap dugaan kasus tersebut. Amran berharap penyelidikan dapat mengidentifikasi seluruh pihak yang bertanggung jawab.
“Beras adalah kebutuhan vital. Atas nama petani Indonesia, kami berterima kasih kepada kepolisian yang bergerak cepat. Kami berharap kasus ini dibongkar sampai ke akar-akarnya agar kepentingan petani dan masyarakat sebagai konsumen terlindungi,” ujar dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!