Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Warga Pesisir Utara Tangerang hingga Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob

27 Selasa, 27 Okt 2026, 16:15 WIB | Oleh:
Warga Pesisir Utara Tangerang hingga Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob Warga Pesisir Utara Tangerang hingga Jakarta Diminta Waspada Banjir Rob Doc: ANTARA/Azmi Samsul M
Ket. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik.

KABUPATEN TANGERANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Banten, meminta agar masyarakat di wilayah pesisir utara (pantura) untuk mewaspadaiterjadinya fenomena rob atau air pasang dengan kapasitas besar yang menyebabkan bencana banjir.

"Oleh karena itu imbauan kami, diadakan semacam ronda, artinya bergantian, tanggung jawab bersama. Karena kan air kita tidak tahu ketinggiannya sampai sejauh mana. Tetap harus ada antisipasi, bagaimana kalau ini terjadi rob lebih tinggi, jadi tetap harus ada ronda," ujar Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik di Tangerang, Selasa.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kata dia, menyebutkan ancaman banjir rob ini terjadi karena fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase bulan baru.

Hal itu juga diperkuat sistem pemantauan banjir rob DKI Jakarta yang memprediksi terjadi potensi ketinggian air laut di sejumlah kawasan pesisir pada 25 sampai 31 Oktober 2026.


Oleh karena itu masyarakat diminta meningkatkan kesiagaan dan kewaspadaan dalam menghadapi bencana alam yang melanda pesisir utara Kabupaten Tangerang.

"Jadi terkait dengan bencana banjir rob, ini sudah dibilang terjadi setiap tahun, artinya sering terjadi berulang-ulang. Hanya memang kesiapan kami di BPBD, dalam hal ini Pemda Kabupaten Tangerang, sudah siap menghadapi rob," ucap Achmad Taufik.

Ia menegaskan kesiapan personel serta logistik dalam menghadapi potensi bencana tersebut. Langkah antisipasi ini dilakukan dengan menyesuaikan karakteristik dan variasi banjir umumnya memiliki siklus pasang surut harian atau sebaliknya.
​
Kendati mengakui adanya keterbatasan sarana dan prasarana di lapangan, namun dia memastikan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan logistik BPBD Kabupaten Tangerang tetap optimal dalam melayani masyarakat yang terdampak.

​
Untuk untuk prediksi waktu kejadian, pihaknya masih terus berkoordinasi dan memantau pemutakhiran data cuaca dari BMKG.
​
"Kami tetap mengacu kepada BMKG. Namun kita ketahui bersama bahwa Tangerang itu juga berbatasan dengan DKI Jakarta. Bisa juga sama dan bisa juga berbeda, tergantung posisi daratannya, khususnya daerah pesisir Teluknaga, Mauk, dan sekitarnya," kata Achmad Taufik.
​
Berdasarkan hasil pemetaan dan kajian risiko bencana oleh BPBD Kabupaten Tangerang, wilayah yang menjadi langganan terdampak banjir rob adalah kawasan permukiman yang berada di sekitar garis pantai utara.

"Wilayah itu meliputi Kecamatan Kosambi, Teluknaga, Mauk, serta Kronjo yang berbatasan langsung dengan laut," ucap Achmad Taufik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sejumlah Film Indonesia Ikut Festival Film Tokyo 2026, Apa Saja?

Sejumlah Film Indonesia Ikut Festival Film Tokyo 2026, Apa Saja?

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.