Rumput Laut Jadi Andalan Baru, Hilirisasi Bisa Angkat Ekonomi Pesisir
📅 Jumat, 18 Sep 2026, 21:10 WIB | Oleh: Tim PenulisPendekatan pengembangan tersebut mencakup perbaikan dari tahap produksi hingga pemasaran, antara lain rehabilitasi tambak, pengelolaan air, penguatan fasilitas pascapanen, penyediaan peralatan bersama, pengelolaan koperasi, dan peningkatan keterampilan pembudidaya.
UNDP mencatat sejumlah persoalan masih perlu ditangani dalam pengembangan industri rumput laut, mulai dari produktivitas, ketersediaan infrastruktur dan teknologi, keterampilan sumber daya manusia, hingga akses pasar dan pembiayaan.
Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno mengatakan pengembangan ekonomi biru perlu menjaga keseimbangan antara penciptaan manfaat ekonomi dan perlindungan terhadap ekosistem laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
“Bagi Indonesia, laut bukan hanya sumber peluang ekonomi, tetapi juga bagian penting dari identitas, ketahanan pangan, dan mata pencaharian jutaan orang,” kata Havas.
Menurut dia, pengalaman pengembangan rumput laut di Sidoarjo menunjukkan bahwa inovasi dan kemitraan dapat diterapkan secara nyata untuk menghasilkan manfaat ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari AIS Forum, forum negara kepulauan dan pulau yang diinisiasi Pemerintah Indonesia dengan dukungan UNDP untuk memperkuat kerja sama menghadapi berbagai tantangan kelautan, termasuk pengembangan ekonomi biru.
UNDP bersama Pemerintah Indonesia dan sejumlah mitra juga tengah mengembangkan usulan Indonesia Seaweed Investment Partnership (ISIP) untuk memperkuat koordinasi, memobilisasi investasi, mengembangkan inovasi, dan mempercepat pertumbuhan industri rumput laut yang berkelanjutan.
Melalui penguatan rantai nilai tersebut, pengembangan rumput laut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga memperbesar manfaat ekonomi yang tinggal di dalam negeri serta menciptakan peluang pendapatan dan lapangan kerja bagi masyarakat pesisir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!