Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Minyak Belum Jinak, Rupiah Hari Ini Makin Rentan Melemah

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Minyak Belum Jinak, Rupiah Hari Ini Makin Rentan Melemah Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said
Ket. Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Pelemahan rupiah masih dibayangi risiko harga minyak dunia yang bertahan di level tinggi. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap neraca perdagangan dan kebutuhan devisa untuk impor energi, sehingga permintaan dolar AS menguat.

Jika harga minyak tinggi bertahan lebih lama, ruang penguatan rupiah pun menjadi semakin terbatas di tengah sensitivitas pasar terhadap sentimen global.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat (18/9) bergerak melemah 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.758 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.753 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menilai pelemahan tipis rupiah dipengaruhi risiko harga minyak yang masih di level tinggi.

“Penguatan obligasi pemerintah masih dibayangi risiko harga minyak yang masih di level tinggi di atas asumsi APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara),” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Mengutip Anadolu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun 1,3 persen menjadi 103,40 dolar AS per barel.

Harapan ditemukannya jalur alternatif untuk pengiriman minyak dari Asia Barat ke pasar global turut berkontribusi pada penurunan harga minyak, meskipun masih ada kekhawatiran mengenai konflik antara Arab Saudi dan Ansarullah Yaman.

Selain itu, meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz berkontribusi pada kembalinya harga minyak ke level tiga digit. Menurut sumber pasar, beberapa pengiriman minyak yang dijadwalkan untuk dikirim ke Eropa pada bulan September dibatalkan pada tanggal 15 September.

Sentimen lain berasal dari sikap hawkish Federal Reserve yang mendorong indeks dolar AS tembus 100 kendati harga minyak mengalami tren penurunan.

“Stance kebijakan pengetatan The Fed dengan akselerasi yang tinggi sampai dengan akhir tahun ini. Saat ini, proyeksi kenaikan suku bunga The Fed untuk Oktober oleh pelaku pasar sudah di atas 50 persen,” ungkap Rully.

Investor juga tengah mengantisipasi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada pekan depan. BI dijadwalkan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan pada 22-23 September 2026 pekan depan.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini bergerak menguat ke level Rp17.745 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.753 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Wali Kota Bogor Resmikan Se...
Advertisement
Menhub Bebas Tugaskan Dirjen Perhubungan Laut

Menhub Bebas Tugaskan Dirjen Perhubungan Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.