Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bekasi Tambah Titik Pengungsian untuk Optimalkan Evakuasi Korban

📅 Jumat, 23 Jan 2026, 16:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Bekasi Tambah Titik Pengungsian untuk Optimalkan Evakuasi Korban Doc: ANTARA
Ket. Banjir menggenangi kompleks perumahan di wilayah Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jumat.

KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat menambah titik pengungsian dari lima titik pada Kamis (22/1) menjadi 15 titik per hari ini guna mengoptimalkan evakuasi korban banjir usai hujan deras sehari penuh kembali mengguyur wilayah itu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyatakan hujan dengan intensitas tinggi dan tanpa henti sejak Rabu (21/1) malam mengakibatkan wilayah terdampak banjir semakin meluas setelah sebelumnya dinyatakan berangsur surut.

"Mengacu hasil asesmen tim di lapangan, kami segera merespons dengan menambah jumlah titik pengungsian maupun dapur umum untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar saudara-saudara kita yang menjadi korban banjir," katanya di Cikarang, Jumat(23/1).

Ia menjelaskan titik pengungsian korban banjir saat ini tersebar di tujuh wilayah kecamatan terdampak paling parah meliputi Babelan, Cikarang Utara, Karangbahagia, Sukakarya, Sukawangi, Tambun Selatan serta Kecamatan Tambun Utara.

"Di Kecamatan Sukawangi ada empat titik, Tambun Selatan tiga titik. Kemudian di Babelan, Cikarang Utara dan Tambun Utara masing-masing dua titik. Serta di Karangbahagia dan Sukakarya satu titik. Lokasinya ada yang memanfaatkan fasilitas publik, rumah ibadah, pondok pesantren hingga rumah tokoh masyarakat," ucapnya.

Muchlis menyebut dampak banjir kini kembali meluas di 17 kecamatan dan tersebar pada 51 desa dengan total jumlah keluarga terdampak mencapai 30.649 KK di mana 2.412 KK di antaranya mengungsi. Tinggi muka air dilaporkan berkisar 10-130 sentimeter.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi melanjutkan fokus pemerintah daerah saat ini adalah penanganan aspek kedaruratan, khususnya evakuasi serta pemenuhan kebutuhan dasar warga yang mengungsi.

"2.412 KK (kepala keluarga) sudah kami evakuasi ke 15 titik pengungsian. Prioritas kami adalah memastikan warga terdampak berada di tempat yang aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi," katanya.

Hingga kini petugas BPBD dibantu unsur TNI, Polri, PMI, pemerintah kecamatan dan desa serta relawan kebencanaan terus melakukan pendataan lapangan dan distribusi bantuan logistik. Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, air bersih, selimut, matras serta kebutuhan darurat lain.

Selain menerjang permukiman penduduk, banjir juga berdampak signifikan terhadap sektor pertanian. BPBD mencatat 3.908,9 hektare lahan pertanian terendam banjir yang berpotensi mempengaruhi hasil panen serta pendapatan petani.

Pihaknya juga masih melakukan pemantauan intensif mengingat potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat kepada aparat setempat atau BPBD.

"Kami minta masyarakat mengikuti informasi resmi dan tidak mengambil risiko, terutama di wilayah yang masih tergenang cukup dalam," kata dia.

Mengacu data BPBD Kabupaten Bekasi, Jumat (23/1) banjir meluas di 17 kecamatan mencakup Kecamatan Sukawangi dengan tinggi muka air 30-130 sentimeter, Tambun Utara 30-120 sentimeter serta Cikarang Utara dan Cikarang Timur dengan ketinggian 20-120 sentimeter.

Kecamatan Cabangbungin dengan ketinggian muka air 30-110 sentimeter, Tambelang 40-100 sentimeter, Sukakarya 10-100 sentimeter, Kedungwaringin 30-10 sentimeter, Tambun Selatan 30-90 sentimeter serta Karangbahagia 10-80 sentimeter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.