Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Nobel Ekonomi: Penurunan Angka Kelahiran Justru Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 06:44 WIB | Oleh:
Studi Nobel Ekonomi: Penurunan Angka Kelahiran Justru Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Doc: AFP
Ket. Penurunan angka kelahiran dapat mendorong pergeseran tenaga kerja ke industri berteknologi tinggi serta memacu inovasi yang menghemat penggunaan tenaga kerja, menurut hasil penelitian tersebut.

Massachusetts, Amerika Serikat – Penurunan angka kelahiran yang terjadi di berbagai negara selama beberapa dekade terakhir kerap dikhawatirkan akan memperlambat pertumbuhan ekonomi akibat menyusutnya jumlah tenaga kerja. Namun, sebuah penelitian terbaru justru menunjukkan temuan yang berlawanan.

DIlansir dari The Straits Times, studi yang dilakukan peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2024, Daron Acemoglu, bersama David Autor, Keelan Beirne, dan Andrew Scott menyimpulkan bahwa populasi yang menua dan menyusut justru secara historis mampu meningkatkan produktivitas ekonomi per pekerja tanpa menekan produk domestik bruto (PDB) secara keseluruhan.

Penelitian yang dipublikasikan melalui National Bureau of Economic Research (NBER) itu menemukan bahwa perusahaan dan pekerja cenderung memanfaatkan teknologi untuk mengimbangi berkurangnya jumlah tenaga kerja. Akibatnya, produktivitas setiap pekerja meningkat.

"Temuan kami menantang pandangan pesimistis yang selama ini berkembang. Penurunan angka kelahiran serta populasi yang menua dan menyusut justru meningkatkan PDB per pekerja, bukan menurunkannya," tulis para peneliti.

Mereka menambahkan bahwa peningkatan produktivitas tersebut cukup besar untuk sepenuhnya mengimbangi dampak negatif dari penurunan jumlah penduduk, sehingga secara keseluruhan PDB tetap relatif stabil.

Menurut penelitian tersebut, angka kelahiran telah menurun di seluruh benua dalam 70 tahun terakhir. Secara global, tingkat kelahiran turun dari 3,78 anak per perempuan pada 1950 menjadi 1,71 pada 2025.

Meski demikian, setiap penurunan satu poin persentase angka kelahiran dikaitkan dengan kenaikan sekitar 26,8 persen pada PDB per pekerja.

Ketergantungan Tenaga Kerja

Para peneliti juga menemukan bahwa negara-negara dengan angka kelahiran yang menurun cenderung mengalami peningkatan produktivitas total, akumulasi modal yang lebih besar, pergeseran menuju ekspor industri berteknologi tinggi, serta meningkatnya inovasi berupa paten teknologi yang menghemat penggunaan tenaga kerja.

Di Amerika Serikat, misalnya, penurunan angka kelahiran diikuti oleh perpindahan tenaga kerja ke sektor industri berteknologi tinggi serta meningkatnya jumlah paten untuk inovasi yang mampu mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manusia.

"Respons teknologi inilah yang menciptakan hubungan positif antara penurunan angka kelahiran dengan lonjakan pertumbuhan ekonomi pada periode berikutnya," tulis para peneliti.

Dalam penelitian tersebut, tim juga menguji sejumlah faktor lain yang diduga dapat meningkatkan produktivitas akibat turunnya angka kelahiran, seperti meningkatnya partisipasi perempuan di pasar kerja maupun pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke manufaktur. Namun, mereka tidak menemukan bukti bahwa kedua faktor tersebut memberikan pengaruh yang signifikan.

Penelitian ini disusun oleh Daron Acemoglu dan David Autor, yang merupakan profesor ekonomi di Massachusetts Institute of Technology (MIT), bersama Keelan Beirne, mahasiswa doktoral ekonomi di MIT, serta Andrew Scott, profesor ekonomi di London Business School.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Menkeu: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

Menkeu: Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2027

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.