Bukan Emas! Tapi Dua Perunggu Speed Relay Disebut Hasil Terbaik, Pelatih Ungkap Alasannya
📅 Rabu, 26 Agu 2026, 02:36 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Pelatih pendamping timnas panjat tebing Indonesia Judistiro mengatakan perolehan dua perunggu dalam nomor speed relay pada World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di China, Selasa (25/8), merupakan hasil terbaik yang bisa diraih.
Dia menyatakan torehan perunggu pada nomor speed relay (estafet) under 17 (U17) putri dan speed relay under 19 (U19) putra, yang masing-masing diraih Naura Jasmine Rayya Syafiqa dan Keyzia Queenme Candley Riwo, serta Haddan Malik Baqmuhyibar dan Amirul Rizqi Febriyansah, telah diperjuangkan dengan maksimal oleh kedua pasangan tersebut.
"Tentu saja kami ingin membawa pulang medali emas, tetapi perunggu merupakan hasil terbaik sekaligus menjadi penanda kami harus banyak berbenah," kata dia.
Judistiro mengaku bahwa performa para atlet masih banyak yang harus dibenahi ke depannya agar semakin terasah. Medali peringkat ketiga tersebut diharapkan menjadi modal untuk terus meningkatkan prestasi guna semakin membanggakan bangsa Indonesia di mata dunia.
Dia juga menekankan bahwa para pelatih tetap mengapresiasi perjuangan para pemanjat itu dan menilainya sebagai sebuah usaha yang maksimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, dalam speed relay putri U17, Naura dan Keyzia berhasil menundukkan wakil Korea Selatan (Korsel). Pasangan itu mampu unggul dengan catatan waktu 18,81 detik, sedangkan lawan mencetak 19,29 detik. Adapun medali emas dan perak, masing-masing diraih oleh pasangan tuan rumah.
Sedangkan dalam nomor speed relay U19 putra, Indonesia menurunkan pasangan Haddan dan Amirul. Pada perebutan medali perunggu, Indonesia berhasil unggul melawan wakil dari Kazakhstan.
Pasangan muda Tanah Air itu menorehkan waktu 11,09 detik, sedangkan lawannya 11,27 detik. Untuk medali emas dan perak, masing-masing diraih oleh wakil China dan Korsel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim 13 atlet untuk berlaga dalam World Climbing Asia Youth Championship Guiyang 2026 di China, sejak 21 sampai dengan 25 Agustus, dengan mengikuti laga disiplin speed, lead, dan boulder.
Ke-13 atlet itu terdiri atas enam atlet putra dan tujuh putri. Timnas Indonesia akan bersaing dalam kejuaraan kelompok usia yakni U17 dan U19.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!