Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom UI: Ketika Ojol Jadi UMKM, Pemerintah Perlu Bangun Ekosistem Usahanya

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 15:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonom UI: Ketika Ojol Jadi UMKM, Pemerintah Perlu Bangun Ekosistem Usahanya Doc: ANTARA 
Ket. Sejumlah pengemudi ojek daring atau online membawa penumpang di Depok, Jawa Barat, Kamis (25/6/2026).

JAKARTA (21/8) – Ekonom dari Universitas Indonesia (UI), Heru Sutadi, mengatakan pengakuan pengemudi ojek daring atau online (ojol) sebagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus diikuti dengan pembangunan ekosistem usaha yang dibangun pemerintah untuk dapat meningkatkan pendapatan dan kapasitas ekonomi pengemudi.

“Yang paling penting adalah akses pembiayaan yang mudah dan tepat sasaran, disertai pelatihan dan pendampingan usaha. Pemerintah perlu membangun ekosistemnya,” kata Heru kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, akses pembiayaan menjadi salah satu kebutuhan utama yang perlu disiapkan pemerintah. Pengemudi dapat diarahkan memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun pembiayaan mikro untuk mendukung pengembangan usaha, termasuk pembelian kendaraan yang menunjang aktivitas usaha.

Selain itu pembiayaan juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha pendukung seperti layanan logistik, kuliner, perdagangan, maupun usaha mikro lainnya. Dengan demikian, pengemudi tidak selamanya bergantung pada pendapatan dari perjalanan.

Selain pembiayaan, pemerintah perlu menyediakan pelatihan dan pendampingan mengenai literasi keuangan, pembukuan sederhana, pemasaran digital, serta keterampilan mengembangkan usaha.

“Jangan hanya memberikan sertifikat atau status UMKM, tapi pemerintah perlu membangun ekosistemnya. Akses KUR atau pembiayaan mikro, literasi keuangan, pelatihan digital, pembukuan sederhana, pemasaran, hingga peluang diversifikasi usaha,” katanya.

Heru menilai platform transportasi daring juga dapat dilibatkan dalam proses tersebut karena memiliki data mengenai aktivitas ekonomi pengemudi. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu pemerintah menentukan bentuk pembiayaan dan program pendampingan yang lebih tepat sasaran.

Menurut dia, transformasi tersebut harus dilakukan secara bertahap dengan dukungan legalitas usaha, rekening dan pencatatan keuangan, akses pembiayaan, serta peningkatan keterampilan usaha.

Ia mengatakan insentif seperti pembiayaan, pelatihan atau keringanan tertentu harus mudah diakses agar pengakuan sebagai UMKM tidak justru membuat pengemudi menanggung seluruh risiko usaha, sementara posisi tawarnya terhadap platform tetap tidak seimbang.

“Pemerintah harus memastikan status UMKM tidak justru menambah beban administrasi. Semoga Perpres transportasi daring yang dinanti sejak 1 Mei 2026 segera bisa terbit dan mitra ojol bisa segera naik kelas,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Tumbuh Kuat, BI Sebut Industri Pengolahan dan Perdagangan Jadi Penopang Ekonomi Jateng
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai ketangguhan ekonomi Jateng; ...
  • Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
    Preview komentar:
    Bukti negara hadir
    Duka NTT, Duka kita semua,,,
  • BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri
    Preview komentar:
    Pernyataan Bapak Agus Gumiwang yang menggarisbawahi urgensi penguatan ...
Ekonomi
KPR Hunian Manggarai Bisa 4...
Event Akhir Pekan Jakarta 22-23 Agustus 2026: LaLaLa Festival Hingga ASTINDO Travel Fair

Event Akhir Pekan Jakarta 22-23 Agustus 2026: LaLaLa Festival Hingga ASTINDO Travel Fair

21 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.