Houthi Dituduh Targetkan Mekkah, Saudi Siapkan Balasan di Tengah Konflik Yaman
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 11:35 WIB | Oleh: Tim PenulisSeruan Yaman tersebut disampaikan ketika Arab Saudi dan Mesir meminta adanya kebebasan navigasi di Laut Merah setelah serangan Houthi di jalur perairan penting tersebut.
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada Selasa menyerukan "menjamin kebebasan dan keamanan navigasi maritim" melalui Selat Hormuz dan Bab al-Mandab, yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, demikian menurut kepresidenan Mesir.
Kebangkitan kembali perang saudara Yaman yang sempat mereda sejak 2022 membuat Riyadh bergerak cepat untuk merespons.
Media Amerika Serikat melaporkan pekan lalu bahwa putra mahkota Arab Saudi secara pribadi meminta Presiden Donald Trump melakukan intervensi AS, tetapi permintaan tersebut ditolak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Houthi bersikeras bahwa tidak ada ancaman terhadap navigasi di Bab al-Mandab, kecuali terhadap kapal-kapal Arab Saudi.
Setiap serangan di jalur perairan tersebut diperkirakan membuat kawasan itu semakin tidak menarik bagi perusahaan pelayaran.
Gangguan di selat tersebut juga dapat berdampak terhadap Mesir karena Laut Merah menjadi pintu gerbang menuju Terusan Suez, yang menjadi sumber pendapatan valuta asing penting bagi Kairo.
Pendapatan Terusan Suez saat ini sekitar setengah dari tingkat sebelum Houthi mulai menyerang kapal-kapal yang melintas di Laut Merah pada 2023. Kelompok tersebut mengatakan kampanye serangan itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Palestina selama perang Israel melawan Hamas di Gaza.
Pada Selasa, Qatar memperingatkan konsekuensi serius jika Bab al-Mandab ditutup dan mengatakan kondisi tersebut akan menjadi "bencana bagi seluruh dunia".
Houthi juga menargetkan infrastruktur minyak di Arab Saudi, eksportir minyak mentah terbesar dunia, yang turut mendorong harga minyak global menembus ambang 100 dolar AS per barel.
Koalisi pimpinan Arab Saudi mengatakan akan menangani serangan tersebut "dengan tegas untuk melindungi kedaulatan Kerajaan" dan mengambil "seluruh langkah operasional yang diperlukan untuk mencegah pendekatan yang bermusuhan dan ekstremis ini".
Juru bicara militer Houthi Yahya Saree pada Selasa mengatakan Arab Saudi melancarkan 52 serangan udara ke Yaman selama 24 jam terakhir. Ia menuduh serangan tersebut menyasar lokasi sipil, termasuk sekolah dan jembatan.
Namun, serangan Riyadh gagal membalikkan sejumlah capaian yang telah diraih Houthi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!