Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Singapura Sampai Bayar Orang Agar Membaca Buku untuk Perangi 'Doomscrolling'

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 12:03 WIB | Oleh:
Singapura Sampai Bayar Orang Agar Membaca Buku untuk Perangi 'Doomscrolling' Doc: Istimewa
Ket. Singapura sebelumnya juga menggunakan insentif finansial guna memengaruhi perilaku warganya, termasuk voucher supermarket untuk berjalan kaki dan hadiah untuk mencapai target langkah harian demi kesehatan

SINGAPURA - Singapura membayar warganya untuk membaca buku setidaknya selama 15 menit sehari sebagai upaya untuk memerangi maraknya kebiasaan "doomscrolling" (terus-menerus membaca berita negatif di media sosial).

Dari The Guardian, negara kota yang makmur ini berharap strategi gamifikasi yang diluncurkan bulan ini akan meningkatkan konsentrasi, pemikiran kritis, dan imajinasi warga Singapura.

Dalam skema ini, pembaca akan mengumpulkan poin yang dapat ditukarkan dengan beberapa sen. Masyarakat harus mencatat 50 sesi membaca harian di situs web pemerintah untuk mendapatkan 1 dolar Singapura. Sesi selama 15 menit atau lebih akan diberi hadiah 20 koin virtual, dengan 1.000 koin dibutuhkan untuk pembayaran satu dolar. Satu sesi membaca diperbolehkan setiap hari.

Ketua dewan perpustakaan nasional, Melissa Tam, mengatakan bahwa kebiasaan membaca yang berkelanjutan dibangun melalui langkah-langkah kecil dan mudah dicapai.

“Kita hidup di dunia yang sangat berlimpah, penuh dengan konten, informasi, dan rangsangan,” katanya kepada Straits Times . “Kapan pun, kita dapat menelusuri ratusan judul berita, menonton video, atau mendapatkan ringkasan hampir tentang apa pun.”

“Kita tahu bahwa kebiasaan dibangun melalui tindakan kecil dan konsisten. Jadi, kita mulai dengan tujuan sederhana: membaca selama 15 menit sehari. Di bus, sebelum tidur, atau saat makan siang.”

Pemerintah sedang mempertimbangkan berbagai cara untuk mengurangi dampak negatif media sosial bagi kaum muda Singapura, termasuk pembatasan waktu penggunaan harian. Sebuah studi terbaru menemukan bahwa kecanduan dan kebiasaan membaca berita negatif (doomscrolling) menyebabkan dampak negatif terbesar bagi kaum muda.

Bukan hal yang aneh bagi pemerintah Singapura untuk menggunakan insentif finansial guna memengaruhi perilaku warganya. Inisiatif yang berfokus pada kesehatan sebelumnya termasuk voucher supermarket untuk berjalan kaki dan hadiah untuk mencapai target langkah harian.

Terlepas dari kekhawatiran pemerintah tentang kemampuan membaca, siswa berusia 15 tahun di Singapura baru-baru ini menduduki peringkat teratas dunia dalam kemampuan membaca pada Program Penilaian Siswa Internasional (PISA) 2025, mengalahkan Tiongkok dan Taiwan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Menterinya aja kena OTT KPK :D
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
BMKG: Di Pulau Sumatera Ter...
Daerah
Pungli Retribusi Sampah Kaf...
Advertisement
AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

AS Akui Telah Kerahkan Senjata di Luar Angkasa

16 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Korban Pungli Diganti Dua Kali Lipat
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.