Houthi Dituduh Targetkan Mekkah, Saudi Siapkan Balasan di Tengah Konflik Yaman
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 11:35 WIB | Oleh: Tim PenulisRiyadh - Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman pada Rabu (16/9) menuduh kelompok pemberontak tersebut menargetkan kota suci Mekkah, memicu kemarahan di dunia Muslim dan semakin memperdalam konflik yang melanda kawasan tersebut.
Pertempuran baru antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi telah menyeret Riyadh ke dalam konflik. Houthi menyatakan blokade maritim terhadap Arab Saudi dan menargetkan kapal-kapal negara tersebut di Laut Merah.
Serangan kilat yang dilancarkan kelompok itu pekan lalu membuat Houthi menguasai seluruh pesisir Laut Merah Yaman serta Selat Bab al-Mandab, jalur penting bagi ekspor minyak Arab Saudi ketika perang yang lebih luas di Timur Tengah menghambat jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Houthi dengan cepat membantah sebagai "kebohongan" laporan Riyadh yang menyebut pihaknya menembak jatuh sebuah pesawat nirawak yang diluncurkan kelompok tersebut dan mengarah ke Mekkah, kota yang setiap tahun didatangi jutaan jemaah.
"Klaim mengenai penargetan Mekkah adalah kebohongan usang yang pernah digunakan sebelumnya dan kini tidak lagi menipu siapa pun," tulis Hazem al-Assad dari biro politik Houthi di X.
Sebaiknya Anda baca juga:
Koalisi pimpinan Arab Saudi berjanji akan melakukan pembalasan dan memperingatkan bahwa keamanan tempat-tempat suci merupakan "garis merah".
"Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah merupakan garis merah, dan Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu mengambil langkah yang diperlukan dan bersifat mencegah terhadap Milisi Houthi Teroris," kata koalisi dalam pernyataan yang dibagikan juru bicaranya, Turki al-Maliki, di X.
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), yang beranggotakan 57 negara Muslim, mengecam serangan tersebut sebagai tindakan "keji".
Arab Saudi pada Selasa mengeluarkan peringatan singkat mengenai kemungkinan serangan di Mekkah dan sejumlah wilayah di bagian selatan negara itu yang berbatasan dengan Yaman.
Peringatan tersebut, termasuk peringatan pertama yang dikeluarkan di Mekkah sejak perang di Timur Tengah meletus pada Februari, muncul sehari setelah gelombang serangan rudal balistik dan pesawat nirawak yang diluncurkan dari Yaman melukai 13 orang di wilayah selatan Arab Saudi.
Pertempuran kembali berkobar pada Juli ketika Houthi, yang selama bertahun-tahun menguasai sejumlah wilayah di Yaman bagian utara, melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan pemerintah Yaman.
Konflik di negara termiskin di Semenanjung Arab tersebut telah memaksa 82.000 orang meninggalkan rumah mereka sejak awal September, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
'Bermusuhan dan Ekstremis'
Perwakilan tetap Yaman untuk PBB, Abdullah al-Saadi, mengatakan rakyat Yaman berjuang untuk memulihkan "institusi nasional di setiap jengkal wilayah mereka" dan menyerukan masyarakat internasional mengambil tindakan terhadap Houthi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!