Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DLH Kota Mataram Kembali Batasi Pembuangan Sampah ke TPA Kebon Kongok

28 Rabu, 16 Sep 2026, 15:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
DLH Kota Mataram Kembali Batasi Pembuangan Sampah ke TPA Kebon Kongok DLH Kota Mataram Kembali Batasi Pembuangan Sampah ke TPA Kebon Kongok Doc: ANTARA
Ket. Antrean kendaraan roda tiga yang mengangkut sampah dari lingkungan di salah satu titik tempat penampungan sementara (TPS) keliling di Karang Baru, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

MATARAM – Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, kuota ritase pembuangan sampah dari Kota Mataram menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat, kembali dibatasi menjadi satu ritase dari empat ritase.

"Sudah satu minggu ini, pembuangan sampah ke TPA dibatasi hanya satu ritase per hari," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, di Mataram, Rabu (16/9).

Kebijakan pembatasan itu sesuai instruksi resmi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diterima beberapa pekan lalu.

Menurutnya, pembatasan ritase dilakukan karena kondisi lanfill dua di TPA Kebon Kongok saat ini sudah penuh, sementara pembangunan landfill ketiga belum bisa dieksekusi oleh pihak provinsi.

Awalnya jika operasional berjalan normal dengan kuota empat ritase per hari, landfill kedua diproyeksikan bertahan hingga Desember 2026.

Namun, karena adanya kendala teknis dari pihak provinsi terkait pengerjaan landfill ketiga yang merupakan area penampungan terbesar, berdampak signifikan terhadap pengelolaan sampah TPA.

Untuk penanganan sementara, katanya, dengan volume sampah Kota Mataram yang saat ini mencapai 325 ton per hari, pengurangan kuota menjadi satu ritase atau sekitar 64 hingga 70 ton per hari menyisakan sebagian besar volume sampah yang belum terangkut atau sekitar 255 ton per hari.

Karena itu sebagai langkah penanganan darurat, DLH Kota Mataram mengalihkan sisa sampah ke area lama di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Bintaro.

​"Lokasi di TPS Bintaro di bagian dalam sudah kami pagari keliling agar secara visual tidak mengganggu masyarakat," katanya.

Untuk saat ini, katanya, DLH memfokuskan penanganan pada satu titik lokasi tersebut dan tidak membuka kembali TPS Sandubaya yang sudah bersih.

Akan tetapi, ​DLH Kota Mataram memprediksi daya tampung darurat di TPS Bintaro hanya mampu bertahan sekitar 3 hingga 5 bulan ke depan.

Sementara itu, jika pengerjaan landfill ketiga baru bisa dieksekusi tahun depan, proses penyelesaiannya diperkirakan memakan waktu hingga bulan Juni 2027.

Terkait dengan itu, DLH Kota Mataram terus melakukan koordinasi dan melobi DLHK Provinsi NTB agar kuota pembuangan sampah dapat ditingkatkan menjadi minimal dua ritase per hari untuk meringankan beban pengelolaan sampah di Kota Mataram.

"Jika kita dapat dua ritase, maka sehari sampah yang bisa dibuang ke TPS bisa mencapai 140 ton. Sisanya 185 ton, kami alihkan ke TPS Bintaro," katanya.

Selain itu, pihaknya juga meminta partisipasi masyarakat untuk mengolah sampah organik secara mandiri dari rumah untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPS dan TPA.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Luar Negeri
Kondisi Kualitas Udara di S...
Nasional
Audiensi Menkomdigi-Kapolri

52 Persen BUMN Bebani Keuangan Negara

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
52 Persen BUMN Bebani Keuan...
Luar Negeri
Russia-Ukraina Berlakukan G...
Luar Negeri
Utusan Asean Kunjungi Myanm...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.