Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah, Bayang-Bayang Konflik Asia Barat Menguat

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 17:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah, Bayang-Bayang Konflik Asia Barat Menguat Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah kembali mencerminkan meningkatnya tekanan eksternal akibat konflik geopolitik di Asia Barat.

Ketidakpastian tersebut mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, sekaligus meningkatkan kekhawatiran terhadap harga energi global.

Jika eskalasi berlanjut, tekanan terhadap rupiah berpotensi semakin besar melalui penguatan dolar AS, kenaikan biaya impor, dan memburuknya sentimen pasar terhadap aset negara berkembang.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (15/9), bergerak melemah 25 poin atau 0,14 persen menjadi Rp17.694 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.669 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi konflik geopolitik di Asia Barat.

"Kelompok Houthi (Ansarullah) di Yaman melancarkan serangan lanjutan terhadap Arab Saudi pada Senin (14/9/2026), sembari memperkuat posisi mereka di titik-titik strategis di sepanjang Laut Merah," ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (15/9).

Lebih lanjut, posisi-posisi tersebut juga dianggap memungkinkan kelompok itu melancarkan lebih banyak serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandab, sehingga mengancam pasokan minyak di kawasan sekitar.

Setelah Ansarullah Yaman melumpuhkan operasional pipa minyak lintas-negara (timur-barat) milik Riyadh pada pekan lalu, para analis memperkirakan bahwa perkembangan ini dapat mengganggu tambahan 4-5 persen dari pasokan global.

Sentimen lain berasal dari penundaan pembicaraan mengenai Selat Hormuz antara Iran dengan AS. Begitu pula penundaan pertemuan antara Oman, Iran, dan negara-negara Teluk untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz.

"Presiden AS Donald Trump pada hari Senin (14/9/2026) kembali melontarkan klaim yang sering ia sampaikan bahwa Iran sedang mengupayakan kesepakatan damai. Namun, Teheran membantah klaim Trump tersebut dan menyatakan bahwa tidak akan ada pembicaraan sampai syarat-syarat mereka dipenuhi, terutama tuntutan agar AS mematuhi ketentuan gencatan senjata bulan Juni yang kini sudah tidak berlaku lagi," ungkap Ibrahim.

Kenaikan angka Consumer Price Index (CPI) AS bulan Agustus 2026 turut memberikan sentimen terhadap rupiah, menimbang pasar kini memperhitungkan probabilitas sebesar 89 persen untuk kenaikan suku bunga, naik dari sekitar 59,4 persen pada pekan sebelumnya.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.687 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.635 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Telkom Bawa Program Numeras...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.