Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Diminta Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Diminta Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Daerah Doc: antara
Ket. Pembangunan Ekonomi - Daya beli masyarakat

Pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya terlihat dari peningkatan angka, tetapi harus memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.

Jakarta – Pemerintah daerah perlu memperkuat kebijakan berbasis data dengan menentukan sektor yang menjadi titik pengungkit utama pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.

Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo mengatakan kondisi ekonomi daerah perlu dibaca secara menyeluruh sebelum pemerintah menentukan langkah intervensi.

"Yang paling penting adalah kita membaca kondisi sebelum bertindak. Dari kondisi tersebut kita tentukan titik pengungkit yang dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi," kata Yusharto, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Senin (14/9).

Menurut Yusharto, pemerintah tidak perlu menangani seluruh faktor ekonomi secara bersamaan. Dari sembilan aspek yang meliputi realisasi APBD, investasi, infrastruktur, harga barang pokok, ekspor-impor, kesempatan kerja, pertanian dan perikanan, industri manufaktur, serta perizinan berusaha, pemerintah daerah perlu memilih tiga faktor yang paling dominan memengaruhi pertumbuhan.

"Dari sembilan pilihan ini, kita pilih tiga yang paling menentukan. Tiga hal inilah yang kemudian kita diagnosis dan kita cari solusinya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Ia menekankan pendekatan tersebut penting agar sumber daya dan intervensi pemerintah tidak tersebar, tetapi diarahkan pada sektor yang memiliki dampak paling besar terhadap perekonomian daerah.

"Jangan sampai semua hal ingin kita lakukan, tetapi tidak ada yang benar-benar menjadi prioritas," jelasnya.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menilai pengendalian inflasi daerah menjadi bagian penting untuk menjaga daya beli dan momentum pertumbuhan ekonomi.

Ia meminta pemerintah memperkuat sistem peringatan dini inflasi agar tekanan harga, terutama akibat gangguan produksi dan distribusi pangan, dapat diantisipasi lebih cepat.

"Segera memastikan pasokan pangan terutama di daerah yang rawan bencana, rawan kekeringan. Jadi harus ada intervensi realokasi anggaran untuk mencegah terjadinya inflasi pangan dan gangguan distribusi," kata Bhima.

Menurut dia, kekeringan akibat El Nino dapat mengganggu produksi pangan, sementara kebakaran hutan dan lahan berpotensi menghambat distribusi, terutama di luar Pulau Jawa.

"Saya kira perlu adanya koordinasi dengan early warning system untuk inflasi di level daerah. TPID bisa dimaksimalkan lagi kerjanya," ujarnya.

Bhima mengingatkan kenaikan harga pangan dan energi dapat menekan konsumsi rumah tangga karena masyarakat akan mengurangi belanja kebutuhan sekunder dan tersier.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.