Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Data PCE Sesuai Konsensus

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 18:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah di Tengah Data PCE Sesuai Konsensus Doc: ANTARA FOTO/ Akbar Nugroho Gumay
Ket. Ilustrasi-Petugas menghitung mata uang Rupiah dan Dolar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Rupiah melemah dipengaruhi data belanja konsumsi warga Amerika Serikat (AS) atau Personal Consumption Expenditures (PCE) yang tetap tinggi sehingga memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Meski PCE inti 3,3 persen sesuai konsensus, level tersebut masih jauh di atas target inflasi 2 persen, sehingga dolar AS tetap mendapat dukungan dan menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis (27/8) bergerak melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp17.744 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.725 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi mengungkapkan pelemahan rupiah dipengaruhi indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE, Pengeluaran Konsumsi Pribadi) AS yang sesuai konsensus pasar.

"Secara bulanan, Indeks Harga PCE dan Indeks Harga PCE inti keduanya naik sebesar 0,2 persen pada bulan Juli," ungkapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Laporan ini muncul setelah rilis data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI)) dan Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) bulan Juli yang relatif moderat.

Fokus pasar hari ini adalah rilis data klaim awal tunjangan pengangguran mingguan, serta pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole pada hari Jumat (28/6/2026).

Pergerakan rupiah turut dipengaruhi potensi pembukaan kembali Selat Hormuz seiring pembicaraan antara Iran dan Qatar, sehingga dapat mengurangi gangguan pasokan akibat perang di Timur Tengah.

Hal ini menyusul pernyataan Garda Revolusi Iran bahwa kedua negara telah menyepakati pembagian akses serta pendapatan dari jalur perairan yang menghubungkan negara-negara produsen minyak utama di kawasan Teluk dengan pasar dunia tersebut.

"Iran dan Oman sedang memfinalisasi perincian kesepakatan untuk mengendalikan Selat Hormuz," kata Ibrahim.

Kendati begitu, konflik antara Iran dengan AS masih belum mereda. Para pejabat Iran juga menyatakan bahwa selat tersebut tidak akan dibuka kecuali AS memenuhi persyaratan Teheran berdasarkan kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai pada bulan Juni.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.762 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.717 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Rona
Telkom Bawa Program Numeras...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.