Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketidakpastian Global Dorong CFO Perkuat Tata Kelola dan Pemanfaatan AI

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 18:02 WIB | Oleh:
Ketidakpastian Global Dorong CFO Perkuat Tata Kelola dan Pemanfaatan AI Doc: Deloitte
Ket. Deloitte menilai CFO di Indonesia perlu memperkuat tata kelola perusahaan melalui pemanfaatan AI, pengembangan talenta, dan penyediaan informasi risiko secara lebih dini.

JAKARTA — Ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global mendorong Chief Financial Officer (CFO) di Indonesia untuk memperkuat peran strategisnya dalam menjaga ketahanan perusahaan. Selain mengelola keuangan, CFO dituntut mampu memberikan gambaran lebih awal mengenai risiko, ketidakpastian, serta pilihan strategis yang dihadapi perusahaan.

Temuan terbaru Deloitte Asia Pacific CFO Pulse Survey menunjukkan optimisme bersih (net optimism) CFO di Asia Tenggara terhadap kinerja perusahaan dalam 12 bulan mendatang mencapai 23 persen. Angka itu 39 poin persentase lebih tinggi dibandingkan tingkat keyakinan mereka terhadap kondisi perekonomian global.

Optimisme tersebut tercermin dari 81 persen CFO yang memperkirakan laba perusahaan akan meningkat atau setidaknya tetap stabil dalam satu tahun ke depan. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik masih menjadi perhatian utama.

Sebanyak 79 persen CFO memperkirakan konflik di Timur Tengah dapat memberikan dampak negatif terhadap organisasi mereka. Untuk mengantisipasi tekanan tersebut, 73 persen perusahaan menempatkan pengendalian biaya sebagai prioritas, sementara 55 persen meningkatkan perhatian terhadap likuiditas dan pengelolaan kas.

Kondisi tersebut turut mengubah ekspektasi terhadap hubungan CFO dengan komite audit. Dalam situasi ketika keputusan mengenai biaya, likuiditas, dan risiko harus diambil lebih cepat, komite audit membutuhkan lebih dari sekadar laporan keuangan yang akurat. Mereka juga membutuhkan informasi mengenai potensi risiko sejak dini dan gambaran mengenai konsekuensi dari setiap pilihan strategis.

“Disrupsi geopolitik yang terjadi belakangan ini semakin menegaskan satu hal: dalam kondisi penuh gejolak, komite audit tidak sekadar membutuhkan lebih banyak data. Mereka juga membutuhkan orientasi yang lebih dini – visibilitas mengenai apa yang berubah, apa yang masih belum pasti, serta keputusan strategis yang dapat mempersempit pilihan apabila ditunda,” ujar HO Kok Yong, CFO Program Leader, Deloitte Southeast Asia, dalam keterangannya pada Selasa (15/9).

Menurut dia, komite audit berperan dalam menentukan arah, sementara CFO memastikan organisasi memiliki kemampuan untuk menghadapi perubahan dengan kejelasan dan transparansi.

Kesenjangan Informasi CFO dan Komite Audit

Perubahan tersebut juga terlihat dalam praktik tata kelola perusahaan di Indonesia. Dorongan regulator, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terhadap penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang lebih proaktif membuat kebutuhan akan informasi yang lebih cepat semakin penting.

Laporan Deloitte berjudul The Audit Committee: A North Star for CFOs Navigating Uncharted Waters menunjukkan 90 persen anggota komite audit berharap CFO menjadi jembatan penting antara manajemen dan dewan.

Namun, masih terdapat kesenjangan dalam frekuensi penyampaian informasi. Sebanyak 62 persen anggota komite audit menginginkan pembaruan informasi secara berkala hingga berkelanjutan. Sementara itu, hanya 36 persen CFO yang memberikan informasi dengan frekuensi tersebut.

Kesenjangan ini menunjukkan bahwa persoalan tata kelola bukan lagi sekadar mengenai ketersediaan data. Tantangannya adalah bagaimana CFO mengolah data menjadi informasi yang relevan sehingga dapat digunakan untuk mengambil keputusan strategis pada waktu yang tepat.

“Apa yang kami amati dari perusahaan-perusahaan di Indonesia saat ini adalah bahwa komite audit tidak lagi ingin menunggu hingga laporan kuartalan selesai. Mereka ingin mengetahui sejak dini, apa yang berubah, di mana letak ketidakpastiannya, serta keputusan tertunda mana yang berpotensi membesar menjadi masalah serius,” kata Liana Lim, CFO Program Leader, Deloitte Indonesia.

Menurut Liana, perkembangan tersebut menunjukkan semakin matangnya praktik tata kelola perusahaan di Indonesia. Namun, pada saat yang sama, tuntutan tersebut mengharuskan CFO memperluas perannya dari sekadar penyaji informasi keuangan menjadi penghubung strategis antara manajemen dan dewan.

AI Belum Dimanfaatkan Secara Luas

Untuk memenuhi tuntutan tersebut, fungsi keuangan perusahaan perlu beradaptasi melalui pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Nasional
Menko PM Sebut JKN Harus Ja...
Nasional
Kemenkes Dorong Reformasi J...

BPBD: Semeru Masih Berstatus Siaga

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BPBD: Semeru Masih Berstatu...
Luar Negeri
Sekjen PBB Tegaskan Demokra...
Advertisement
Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini

Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.