Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko PM Sebut JKN Harus Jadi Jaring Pengaman Masyarakat

4 Selasa, 15 Sep 2026, 18:22 WIB | Oleh:
Menko PM Sebut JKN Harus Jadi Jaring Pengaman Masyarakat Menko PM Sebut JKN Harus Jadi Jaring Pengaman Masyarakat Doc: Humas Kemenko PM
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, menegaskan JKN perlu diperkuat sebagai jaring pengaman agar masyarakat terlindungi dari kemiskinan akibat sakit. Penguatan JKN dinilai penting memastikan masyarakat memperoleh layanan kesehatan bermutu tanpa terbebani biaya pengobatan yang dapat menguras ekonomi keluarga.

Muhaimin mengatakan penguatan JKN penting menjaga masyarakat tetap sehat, produktif, serta terlindungi dari beban ekonomi keluarga. Menurutnya, jaminan kesehatan memberikan kepastian perlindungan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi biaya pengobatan saat sakit.

“Tak perlu lagi ada rasa khawatir bagi seluruh rakyat kita, tak perlu takut jatuh miskin akibat sakit. Dengan JKN, masyarakat tidak perlu takut sakit karena sudah mendapatkan perlindungan kesehatan dan kepastian pelayanan yang bermutu,” kata Muhaimin Iskandar saat memberikan sambutan dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan 2026 dan Penganugerahan Seva Paramitha Awards di Jakarta, Selasa (15/9).

Ia mengatakan JKN tidak hanya diukur dari jumlah kepesertaan, tetapi juga keaktifan peserta serta manfaat yang dirasakan masyarakat. Saat ini, kepesertaan aktif JKN mencapai 79,20 persen, sedangkan total kepesertaan mencapai 284 juta jiwa atau 98,02 persen.

“Jaminan Kesehatan Nasional adalah gotong royong raksasa bangsa ini. Partisipasi besar ini harus terus kita jaga agar setiap warga negara mendapatkan hak yang sama atas pelayanan kesehatan,” ucap Muhaimin.

Muhaimin mengatakan kualitas pelayanan menjadi faktor penting untuk mempertahankan keaktifan masyarakat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Pelayanan yang mudah, cepat, aman, dan bermutu dinilai dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program JKN secara berkelanjutan.

“Bagi masyarakat, JKN dirasakan ketika mereka datang dan mendapatkan pelayanan. Kalau pelayanan mudah, cepat, aman, bermutu, dan bermartabat, masyarakat akan merasa mendapatkan manfaat dan ikut menjaga JKN,” ujar dia.

Muhaimin menekankan tidak boleh ada pembedaan pelayanan terhadap peserta JKN. Setiap peserta berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang setara, bermutu, dan bermartabat.

Muhaimin mendorong penguatan layanan primer melalui upaya promotif dan preventif menghadapi perubahan pola penyakit serta penuaan penduduk. Menurut dia, kebutuhan layanan kesehatan semakin kompleks sehingga penguatan layanan primer perlu dilakukan secara berkelanjutan di berbagai daerah Indonesia.

“Penguatan layanan harus didukung tenaga kesehatan, sarana prasarana, obat, bahan medis, dan pemeriksaan penunjang yang memadai. Ekosistem JKN kini didukung sekitar 34,2 ribu fasilitas kesehatan, dengan kunjungan layanan dan rujukan yang terus meningkat,” ucap Muhaimin.

Selain kualitas layanan, Muhaimin meminta aspek akuntabilitas dan integritas diperkuat dalam penyelenggaraan JKN. Fasilitas kesehatan diminta memberikan pelayanan sesuai standar dan menggunakan sumber daya secara bertanggung jawab.

Ia juga mendorong penguatan transparansi klaim, proses verifikasi, pembayaran, serta pencegahan fraud melalui tata kelola dan pengawasan bersama. Muhaimin berharap Seva Paramahita Award menjadi sarana untuk menyebarluaskan dan mereplikasi praktik baik pelayanan kesehatan di berbagai daerah.

“Mari kita pelajari dan bagikan praktik baik pelayanan kesehatan agar mutu layanan semakin baik di seluruh Tanah Air. Kita harus mereplikasi praktik tersebut agar setiap fasilitas kesehatan mampu memberikan pelayanan bermutu, aman, cepat, dan berintegritas,” ucap Muhaimin. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

TNI dan BMKG Semai 2,8 Ton Garam di Kalimantan.

24 menit yang lalu | Yebdi Trismar

Nasional
TNI dan BMKG Semai 2,8 Ton ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Anggota DPR: Penyadapan ke Presiden Kasus Luar Biasa, Polri Harus Ungkap Siapa Aktor Utamanya

Anggota DPR: Penyadapan ke Presiden Kasus Luar Biasa, Polri Harus Ungkap Siapa Aktor Utamanya

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.