Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Dorong Reformasi JKN demi Tingkatkan Layanan Peserta

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 18:17 WIB | Oleh:
Kemenkes Dorong Reformasi JKN demi Tingkatkan Layanan Peserta Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Sunarto

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendorong reformasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk meningkatkan kualitas pelayanan peserta. Reformasi diperlukan mengingat program JKN telah berjalan sejak 2014.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan, Sunarto, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah perbaikan dalam sistem JKN. Salah satunya melalui penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).

“Kita akan melakukan reformasi JKN dengan berbagai perbaikan, karena program ini telah berjalan cukup lama sejak 2014. Hingga 2026, JKN sudah cukup lama berjalan dan harus mendapat sentuhan perbaikan agar layanan semakin baik,” kata Sunarto saat konferensi pers di kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Selasa (15/9).

Pemerintah akan mengatur jumlah tempat tidur serta fasilitas rawat inap demi meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta JKN nasional. Langkah tersebut dilakukan agar peserta memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik selama menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kita usahakan bahwa peserta JKN mendapat pelayanan yang jauh lebih baik untuk rawat inapnya. Jumlah tempat tidur kita atur dan fasilitas juga kita atur,” ujar dia.

Selain KRIS, reformasi JKN mencakup perbaikan sistem rujukan berbasis kompetensi serta penyesuaian tarif pelayanan kesehatan. Sunarto menjelaskan, penyesuaian tarif akan mempertimbangkan pola pelayanan untuk penyakit tertentu, sehingga fasilitas kesehatan memperoleh tarif lebih sesuai.

“Dalam sistem rujukan, nantinya akan diterapkan rujukan berbasis kompetensi sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan peserta JKN. Untuk tarif, kita akan menyesuaikannya dengan pola layanan dan karakteristik penyakit tertentu,” kata Sunarto.

Kementerian Kesehatan membutuhkan dukungan seluruh pihak untuk mengawal proses reformasi program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN. Sunarto menyebut dukungan serikat pekerja, DJSN, dan BPJS Kesehatan penting memastikan kebijakan berjalan efektif serta meningkatkan pelayanan peserta.

“Pemerintah jelas akan mendengar masukan dari teman-teman semua. Akan dilakukan perbaikan jika masukan itu membawa regulasi ke arah yang jauh lebih baik,” tutur Sunarto.

Sunarto berharap seluruh pemangku kepentingan bersama-sama mengawal reformasi JKN untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi peserta secara berkelanjutan. Ia berharap kebijakan yang dihasilkan mampu memberikan pelayanan kesehatan lebih baik serta menjawab kebutuhan peserta JKN di Indonesia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Irak Wanti-wanti Pihak Luar...
Advertisement
Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini

Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.