IHSG Hari Ini Ikut Terkapar, Gejolak Global Tekan Pasar Saham
📅 Selasa, 15 Sep 2026, 18:05 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pasar saham domestik masih sensitif terhadap tekanan eksternal, terutama meningkatnya tensi geopolitik global yang turut menyeret bursa Asia.
Kondisi ini mendorong investor mengambil sikap lebih defensif dan meningkatkan aksi jual, mencerminkan tingginya ketidakpastian terhadap prospek ekonomi dan arus modal ke pasar negara berkembang.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (15/9) sore, ditutup melemah 73,54 poin atau 1,13 persen ke posisi 6.461,15 mengikuti pelemahan bursa kawasan Asia dipicu oleh masih tingginya ketegangan geopolitik, baik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) maupun antara Ukraina dengan Rusia.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,27 poin atau 1,25 persen ke posisi 650,76.
"Dari eksternal bursa regional Asia melemah, perhatian pasar tertuju seiring dengan harga minyak yang memperpanjang kenaikannya setelah Arab Saudi menutup jalur pipa utama,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, Nico mengatakan bahwa pertemuan diplomatik antara Iran dengan negara-negara Teluk Arab untuk membahas situasi di Hormuz tiba-tiba ditunda.
Iran mengklaim bahwa sebuah kapal tanker super yang mencoba memasuki area terlarang di Hormuz meledak setelah menabrak ranjau, sambil tetap menyatakan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam pembicaraan dengan AS sampai tuntutan mereka dipenuhi.
Sementara itu, Ukraina membantah klaim dari Presiden AS Donald Trump bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Rusia untuk menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi.
Presiden Ukraina, Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina siap untuk menghentikan serangan terhadap target energi Rusia apabila Rusia melakukan hal sama.
Pernyataan itu bertentangan dengan klaim Trump, bahwa Moskow dan Kyiv telah mencapai kesepakatan untuk menangguhkan serangan terhadap infrastruktur energi masing-masing.
“Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan tekanan pada The Fed untuk memperketat kebijakan, dengan pasar saat ini memperkirakan sekitar 92 persen kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu waktu AS,” ujar Nico.
Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati pengangkatan Suahasil Nazara menjadi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, yang mana pasar akan mencermati konsistensi arah kebijakan fiskal dan kredibilitas pengelolaan APBN ke depannya.
“Pasar berharap pergantian Menteri tersebut menjaga kontinuitas dan disiplin fiskal,” ujar Nico.
Menteri Keuangan Suahasil Nazar telah mengungkapkan bahwa akan menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, terutama agar APBN tetap mampu mendukung program prioritas pemerintah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!