Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nepal Bakal Larang Pendaki Pemula Taklukkan Puncak Himalaya

📅 Selasa, 15 Sep 2026, 19:22 WIB | Oleh:
Nepal Bakal Larang Pendaki Pemula Taklukkan Puncak Himalaya Doc: AFP/Lakpa Sherpa

MOSKOW - Nepal tengah menyiapkan aturan yang melarang pendaki tanpa pengalaman melakukan pendakian pada ketinggian ekstrem untuk mendaki Gunung Everest, dan rincian rancangan undang-undang tersebut saat ini masih dalam tahap penyusunan, kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Pendaki Gunung Nepal Rajendra Lama kepada RIA Novosti.

“Salah satu langkah baru yang paling signifikan adalah persyaratan memiliki pengalaman mendaki di ketinggian ekstrem bagi siapa pun yang berencana mendaki Everest. Tujuannya adalah memastikan para pendaki memiliki pengalaman yang memadai di ketinggian sebelum menjalani ekspedisi komersial tertinggi dan paling menantang secara teknis di dunia,” kata pejabat asosiasi tersebut.

Undang-undang baru itu masih dalam tahap pengembangan. Para anggota parlemen Nepal masih membahas jumlah yang harus dipenuhi pada pendakian yang pernah dilakukan sebelumnya dengan puncak ketinggian di atas 7.000 dan 8.000 meter untuk memperoleh izin pendakian.

Menurut publikasi pendakian Explorersweb, kecil kemungkinan aturan baru tersebut akan diberlakukan tepat waktu untuk musim pendakian musim semi 2027.

Asosiasi tersebut juga sangat merekomendasikan agar para pendaki memiliki asuransi komprehensif yang mencakup pendakian di ketinggian ekstrem, evakuasi darurat dengan helikopter, serta biaya pemulangan ke negara asal jika diperlukan.

Biaya yang dikenakan pemerintah untuk mendaki puncak tertinggi di dunia tersebut juga berubah pada tahun ini.

“Bagi pendaki asing yang menggunakan jalur standar, biayanya kini 15.000 dollar AS (sekitar Rp264,5 juta) untuk musim semi (Maret-Mei), 7.500 dollar AS (sekitar Rp132,3 juta) untuk musim gugur (September-November), serta 3.750 dollar AS (sekitar Rp66,1 juta) untuk musim dingin dan musim panas,” kata Lama.

Dengan demikian, biaya per pendaki pada musim semi naik dari sebelumnya 11.000 dollar AS menjadi 15.000 dollar AS.

Sistem tarif baru tersebut telah berlaku dan diterapkan pada musim pendakian saat ini. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Russia Kebal Krisis Pangan ...
Luar Negeri
Brasil dan AS Bakal Kembali...
Luar Negeri
Irak Wanti-wanti Pihak Luar...
Advertisement
Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini

Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.