305 Hektare Sawah Cirebon Selamat! Jurus Kementan Lawan Kekeringan Pakai Irigasi Panel Surya
📅 Senin, 14 Sep 2026, 12:07 WIB | Oleh: Tim RedaksiCIREBON – Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil menyelamatkan 305 hektare lahan pertanian dari ancaman kekeringan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, melalui intervensi irigasi bertekanan. Infrastruktur tersebut memastikan pertanaman padi petani tetap mendapatkan pasokan air di tengah keterbatasan air irigasi, sekaligus menekan risiko gagal panen akibat anomali iklim.
Intervensi tersebut dilakukan Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) pada Kamis (10/9) di Kabupaten Cirebon. Melalui Program Bangunan Konservasi dan Antisipasi Anomali Iklim berupa Irigasi Bertekanan, Kementan mengalokasikan 10 unit bantuan irigasi bertekanan untuk Kabupaten Cirebon, dengan dua unit ditempatkan di Desa Susukan dan satu unit di Desa Geyongan untuk mengintervensi wilayah pertanian yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan bahwa mitigasi kekeringan harus dilakukan secara cepat agar ancaman terhadap produksi pangan tidak berkembang menjadi gagal panen.
“Kita tidak boleh terlambat. Begitu ada ancaman kekeringan, banjir, atau serangan organisme pengganggu tanaman, seluruh jajaran harus bergerak cepat melakukan mitigasi. Produksi harus kita amankan karena menyangkut ketahanan pangan nasional,” tegas Mentan Amran.
Bantuan infrastruktur irigasi tersebut meliputi unit pompa berkapasitas 6 inci, instalasi perpipaan sepanjang 2,4 kilometer atau 570 batang pipa di Desa Susukan dan 1,5 kilometer di Desa Geyongan, serta teknologi irigasi hybrid berbasis panel surya dan listrik token. Infrastruktur tersebut dimanfaatkan untuk mengalirkan air ke lahan pertanian sehingga pertanaman padi warga tetap berlangsung dan terhindar dari ancaman puso.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nurcahya, menyampaikan apresiasi atas respons Kementan terhadap kondisi kekeringan yang dihadapi petani. Menurutnya, bantuan irigasi bertekanan membuat pertanaman warga yang sebelumnya terancam gagal panen dapat diselamatkan.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Cirebon khususnya Dinas Pertanian mengucapkan terima kasih kepada jajaran Direktorat Jenderal LIP dan Bapak Menteri Pertanian yang telah merespons cepat laporan kami dengan memberikan bantuan irigasi bertekanan, sehingga kami tidak mengalami gagal panen atau puso dan tanaman masyarakat terselamatkan,” ujar Deni.
Deni menambahkan, respons Kementan juga berdampak langsung terhadap persoalan tata gilir air irigasi yang sangat terbatas dari Bendungan Majalengka. Setelah dilakukan koordinasi dan evaluasi lapangan, tim Kementan segera turun untuk memastikan kebutuhan irigasi di wilayah terdampak.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Begitu kami koordinasikan dan lakukan evaluasi lapangan, tim Kementan langsung turun. Malam dibuat permohonan, besoknya tim turun dan dalam hitungan hari pipa dan pompa dikirim serta dipasang. Petani yang tadinya sudah putus harapan, alhamdulillah sekarang bisa mengairi sawah bahkan sudah ada yang mulai panen,” tambahnya.
Jangkauan pengairan meluas
Di Desa Susukan, Kecamatan Susukan, irigasi bertekanan membantu mengairi lahan di Dusun Kayen yang sebelumnya terancam kekeringan. Dari sekitar 309 hektare lahan di wilayah tersebut, sekitar 200 hektare sebelumnya berada dalam kondisi terancam kekeringan. Setelah intervensi dilakukan, jangkauan pengairan bahkan meluas hingga sekitar 220 hektare sawah di sekitarnya.
Sementara itu, di Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, pompa hybrid berkapasitas 6 inci dengan jaringan perpipaan sepanjang 1.500 meter berhasil memulihkan 85 hektare tanaman padi yang sebelumnya terancam puso. Dengan demikian, intervensi irigasi bertekanan di dua wilayah tersebut berhasil menyelamatkan total 305 hektare lahan pertanian dari ancaman kekeringan.
Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki Tani Dusun Kayen, M. Saifroni, mengatakan bantuan irigasi perpompaan membuat pertanaman padi yang dimulai sejak awal Juli tetap dapat diselamatkan.
“Sebelum ada bantuan memang sudah kekeringan. Tapi alhamdulillah setelah ada bantuan irpom, tanaman yang ditanam di awal bulan 7 bisa terselamatkan dan tidak ada gagal panen. Maka kami dan teman-teman petani sangat berterima kasih sekali. Bantuan ini akan kami kenang sepanjang masa. Mudah-mudahan ke depan indeks pertanaman (IP) kami bisa naik dari IP 100-200 menjadi IP 300 atau tiga kali panen dalam setahun,” tutur M. Saifroni.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!