Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang

📅 Minggu, 28 Mei 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang Doc: The Conversation/Shutterstock
Ket. Sifat inklusif dari fandom furry menunjukkan bahwa, bagi banyak furry, ini adalah tempat yang aman bagi mereka untuk bisa menjadi veri diri mereka yang paling otentik.

Sharon E. Roberts, University of Waterloo

Dari aborsi hingga pelarangan buku, teori ras kritis dan hak-hak transgender, banyak retorika politik menjelang pemilihan umum (pemilu) jangka menengah di Amerika Serikat (AS) yang berpusat pada isu-isu mengenai "perang budaya".

Salah satu contoh terbaru melibatkan komunitas yang relatif tidak dikenal.

Sepertinya setiap orang memiliki pendapat atau pernah mendengar rumor tentang anak-anak yang berdandan seperti binatang, menyebut diri mereka sebagai furry dan meminta kotak untuk menampung kotoran. Informasi yang salah dan berbahaya tentang furry merajalela di media sosial dan bahkan tersebar ke beberapa dewan sekolah.

Namun, kesalahpahaman tentang furry sudah populer jauh sebelum hal ini menjadi isu politik. Sebelum beredarnya rumor tentang kotak penampung kotoran, furry dianggap sebagai penyimpangan seksual - anggapan ini diperkuat oleh media populer yang menekankan hal sensasional daripada fakta.

Jika pengetahuan kamu tentang furry sebagian besar berasal dari televisi atau media sosial, maka bisa jadi apa yang kamu dengar tentang furry itu keliru. Tapi ini bukan salah kamu - disinformasinya yang memang telah menyebar luas. Saya bukan seorang furry dan saya juga pernah memiliki pandangan yang salah tentang furry. Namun, setelah bertahun-tahun melakukan penelitian, kini tersedia informasi yang dapat membantu meluruskannya.

Saya adalah salah satu pendiri International Anthropomorphic Research Project yang juga dikenal sebagai Furscience. Kami adalah sekelompok kecil profesor dari lintas disiplin ilmu yang telah mempelajari furry dan kelompok penggemar lainnya selama lebih dari 15 tahun.

Apa itu furry?

Kamu pasti pernah mendengar tentang cosplay -- orang-orang yang mengenakan kostum karakter. Mereka berpakaian seperti storm trooper (karakter fiksi dalam film Star Wars) atau pahlawan super dan menghadiri pameran buku komik untuk bersenang-senang dengan teman-teman. Kaum furry melakukan hal yang sama, tetapi dengan sedikit perbedaan.

Furry adalah orang-orang yang memiliki ketertarikan pada antropomorfisme yang secara khusus mengacu pada pemberian karakteristik manusia pada hewan. Dalam bentuk yang paling sederhana, furry adalah sekelompok orang yang membentuk komunitas - atau fandom - karena mereka memiliki ketertarikan yang sama terhadap media antropomorfisme, pertemanan, dan inklusi sosial.

Apa itu fursona?

Sekitar 95% kaum furry mengembangkan karakter unik mereka sendiri yang disebut fursona. Sebagai hasil dari refleksi mendalam, fursona dapat mewakili versi ideal dari diri sendiri yang dijiwai dengan karakteristik positif seperti mudah bergaul, lucu, dan tidak terlalu cemas.

Fursona dapat menjadi cara yang aman dan fungsional bagi para furry untuk mengeksplorasi siapa diri mereka sebagai manusia, termasuk identitas gender dan orientasi seksual mereka. Penelitian juga menunjukkan bahwa fursona dapat membantu memfasilitasi interaksi dengan orang lain dan menghasilkan kepercayaan diri sosial yang lebih tinggi.

Mengenal fursuits

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026

30 menit yang lalu | Rizky

Ekonomi
Peluang Melemah Terbuka, 22...
Megapolitan
BPBD Tangerang Antisipasi D...

Menanam bambu untuk menjaga mata air

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Menanam bambu untuk menjaga...
Megapolitan
Ruang belajar anak di banta...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.