Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

FK UB Tingkatkan Kapasitas Nakes Kendalikan Resistensi Antimikroba

📅 Minggu, 04 Okt 2026, 15:20 WIB | Oleh:
FK UB Tingkatkan Kapasitas Nakes Kendalikan Resistensi Antimikroba Doc: Istimewa
Ket. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya pada tata laksana kasus infeksi saluran kemih non komplikata karena merupakan salah satu kondisi infeksi yang sering dijumpai di layanan primer dan memerlukan pemberian antibiotik empiris.

MALANG - Program Studi Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya  (FK UB) baru-baru ini menyelenggarakan pengabdian masyarakat dengan tema “Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan Pemberi Resep di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama di Kota Malang dalam Pengendalian Resistensi Antimikroba pada Tata Laksana Kasus Infeksi Saluran Kemih Non Komplikata”.

Kegiatan ini diikuti oleh 100 orang tenaga kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kota dan Kabupaten Malang, yang terdiri atas dokter, dokter gigi, perawat, bidan, dan apoteker. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya pada tata laksana kasus infeksi saluran kemih non komplikata karena merupakan salah satu kondisi infeksi yang sering dijumpai di layanan primer dan memerlukan pemberian antibiotik empiris.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Dewi Santosaningsih, menyampaikan, salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian adalah penggunaan antimikroba yang tidak rasional, yang dapat berkontribusi terhadap meningkatnya resistensi dan berkurangnya efektivitas terapi infeksi.

“Keterlibatan tenaga kesehatan di FKTP sangat diperlukan dalam upaya pengendalian resistensi antimikroba, karena berperan penting dalam pemilihan dan penggunaan antibiotik secara tepat. Untuk itu perlu pemahaman yang baik mengenai pronsip penggunaan antibiotik secara rasional,” jelas Dewi Santosaningsih.

FK UB Dorong Penggunaan Antibiotik Rasional di Layanan Primer

Melalui pelatihan dalam bentuk dry mini workshop, peserta mendapatkan materi mengenai antibiotik dan resistensi antimikroba, tata laksana antibiotik empiris pada kasus ISK non komplikata di FKTP, serta kultur urine sebagai prosedur standar baku emas dalam penegakan diagnosis ISK. Materi kemudian diperdalam melalui diskusi kasus secara berkelompok yang dipandu fasilitator, dilanjutkan dengan presentasi dan diskusi hasil kelompok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Nasional
BMKG: Hari Ini Berpotensi T...
Daerah
Makassar Buka Audisi Terbuk...
Nasional
BMKG Ingatkan Warga Tajung ...
Daerah
Para Penari Kolosal Gandrun...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.