Wali Kota Bandung Dorong Solusi Bersama bagi Tangani Banjir
📅 Minggu, 04 Okt 2026, 15:00 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan skema penanganan banjir secara menyeluruh, khususnya untuk kawasan Bandung Selatan yang selama ini menjadi salah satu titik rawan genangan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan penanganan banjir tersebut membutuhkan anggaran yang sangat besar. Berdasarkan perhitungan awal, kebutuhan pembiayaan untuk penanganan kawasan timur saja diperkirakan mencapai Rp800 miliar.
Wali Kota Farhan menjelaskan bahwa persoalan banjir di Bandung Selatan, terutama wilayah di selatan Jalan Soekarno-Hatta, memiliki karakteristik berbeda antara kawasan timur dan barat.
“Paling parah sekarang ini yang mengganggu kehidupan kita sehari-hari itu di daerah Bandung Selatan, khususnya di selatan Jalan Soekarno-Hatta. Itu kita bagi dua. Garis tengahnya adalah Buahbatu,” kata Wali Kota Farhan di Polrestabes Bandung, Jumat (2/10) lalu.
Untuk wilayah timur, dari Buahbatu hingga Cibiru, Pemkot Bandung menilai diperlukan pendekatan baru dalam mengendalikan limpasan air.
Menurut dia, sebelumnya muncul konsep menjadikan kawasan timur sebagai tol air dengan memperbesar saluran air agar aliran dapat segera menuju kawasan selatan. Namun, skema tersebut justru berpotensi meningkatkan risiko banjir di wilayah kabupaten.
“Dulu konsepnya wilayah timur adalah tol air. Dibuka coran sebesar-besarnya. Tapi akibatnya, orang kabupaten jadi kebanjiran,” ujar dia.
Kondisi tersebut kemudian membuat kapasitas saluran air yang menuju wilayah selatan diperkecil. Dampaknya, aliran air kembali tertahan dan menyebabkan genangan di sejumlah wilayah Kota Bandung.
Oleh karena itu, Pemkot Bandung kini mengarahkan solusi pada pembangunan kolam retensi berukuran besar di kawasan timur.
“Yang harus kita lakukan sekarang adalah membangun kolam retensi baru yang besar-besar di daerah timur,” tutur dia.
Kolam retensi tersebut nantinya berfungsi menampung limpasan air sebelum kemudian dipompa kembali. Wali Kota Farhan menyebut, sepanjang jalur Jalan Soekarno-Hatta pada masa lalu banyak berfungsi sebagai area penampungan air. Namun, seiring perkembangan kawasan sebagian besar area tersebut kini berubah menjadi bangunan.
“Dari zaman dulu, sepanjang jalur Soekarno-Hatta itu adalah kolam retensi. Sekarang jalur itu sudah jadi bangunan semuanya,” ujar dia.
Wali Kota Farhan pun mengatakan pembangunan sistem pengendalian banjir tersebut membutuhkan rekayasa teknis atau engineering yang kompleks. Karena itu, kebutuhan anggarannya pun tidak sedikit.
“Untuk menampung semua air, kemudian nanti dipompa balik. Nah, itu butuh engineering dan biaya yang sangat besar. Nilainya Rp800 miliar,” ungkap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!