Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Jadi Komplek Perumahan! Guru Besar Unram Soroti Rekonstruksi Kampung Adat Sade

📅 Jumat, 04 Sep 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Jadi Komplek Perumahan! Guru Besar Unram Soroti Rekonstruksi Kampung Adat Sade Doc: Antara
Ket. Guru Besar Sastra dan Budaya Universitas Mataram (Unram) Profesor Nuriadi menyampaikan pandangan tentang rekonstruksi Kampung Adat Sade dalam sesi wawancara khusus di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

taram - Guru Besar Sastra dan Budaya Universitas Mataram (Unram) Profesor Nuriadi mengingatkan pemerintah agar rekonstruksi Kampung Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, tidak menyeragamkan bentuk rumah hingga menyerupai kompleks perumahan.

"Jangan sampai seperti komplek perumahan, kesannya seperti dibuat-buat, bukan original, sehingga perlu dibicarakan detail oleh pihak yang bertanggung jawab mengenai pola bentuknya seperti apa," ujar Nuriadi di Mataram, Jumat (4/9).

Menurut Nuriadi, penyeragaman bentuk rumah dalam proses rekonstruksi berpotensi menghilangkan keaslian dan karakter budaya masyarakat Kampung Adat Sade.

Ia mengatakan Sade merupakan salah satu ikon wisata budaya NTB yang merepresentasikan kehidupan masyarakat Suku Sasak melalui arsitektur, tata perilaku, benda pusaka, pakaian tenun, hingga kesenian.

Karena itu, rumah adat dan alang atau lumbung menjadi bagian penting yang harus kembali dihadirkan dalam proses rekonstruksi.

“Sade ini dianggap sebagai tidak hanya musibah kebakaran hunian atau kampung, tapi musibah kebudayaan,” kata Nuriadi.

Ia menekankan pemerintah perlu berkolaborasi dengan masyarakat dan tokoh masyarakat Sade untuk menentukan berbagai nilai budaya yang harus dikembalikan. Menurutnya, masyarakat setempat memiliki memori kolektif mengenai bentuk, fungsi, serta peninggalan budaya yang sebelumnya terdapat di Sade.

Nuriadi juga menyoroti rencana penataan ulang jarak antarbangunan di kawasan tersebut. Pola permukiman yang berdekatan, kata dia, merupakan bagian dari karakter kehidupan komunal masyarakat Sasak sehingga setiap perubahan perlu dibicarakan terlebih dahulu bersama masyarakat.

Menurut dia, pembangunan fisik Kampung Adat Sade relatif dapat dilakukan dengan cepat. Namun, pemulihan benda pusaka dan memori kolektif membutuhkan perhatian khusus.

Oleh karena itu, rekonstruksi Sade perlu didukung tim yang tidak hanya menangani pembangunan fisik, tetapi juga bertugas mengidentifikasi serta menghadirkan kembali unsur-unsur budaya yang hilang akibat kebakaran.

Nuriadi berharap seluruh pihak yang terlibat dalam rekonstruksi dapat merangkul dan mendengarkan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Dengan demikian, rekonstruksi tidak hanya mengembalikan bangunan secara fisik, tetapi juga menghidupkan kembali budaya tak benda yang menjadi identitas Kampung Adat Sade.

Sebelumnya, Kampung Adat Sade mengalami kebakaran sekitar pukul 22.00 WITA pada 22 Agustus 2026. Kebakaran tersebut berdampak pada 75 rumah adat, delapan berugak atau gazebo, enam sekenam, satu masjid, dua toilet, serta 69 artshop.

Sejumlah saksi mata menyebutkan api pertama kali muncul dari salah satu rumah di tengah permukiman adat. Api kemudian merembet ke sejumlah bangunan lain yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dan ilalang.

Kampung Adat Sade merupakan salah satu kampung adat tertua di Pulau Lombok yang telah ada sejak abad ke-16 dan diwariskan hingga 15 generasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
Permudah Akses BBM, 3 SPBU ...
Rona
Konser BIGBANG di Singapura...
Megapolitan
Festival Kelurahan Harus Ja...
Advertisement
Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

Trump Batalkan Siaran Langsung Eksekusi Mati Penembak Fort Hood Usai Ramai Kecaman

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.