Dishub Batam Siapkan Lajur Khusus untuk Bus Trans Batam
📅 Kamis, 10 Sep 2026, 09:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
BATAM - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), menyiapkan lajur jalan khusus di sisi kiri bagi bus Trans Batam sebagai upaya mengoptimalkan pelayanan angkutan umum.
Kepala UPT Trans Batam Dishub Kota Batam Bambang Sucipto mengatakan rencana tersebut disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi sebagian besar ruas jalan di Batam yang memiliki tiga hingga enam lajur.
"Pilihan kita nanti di lajur paling kiri. Karena posisi bus memang di sebelah kiri, nanti bus akan bergabung dengan kendaraan sepeda motor yang kecepatannya relatif rendah. Untuk beberapa titik pemberhentian, halte bisa kita masukkan ke dalam lajur sehingga tidak menghalangi lajur kendaraan sepeda motor," kata Bambang saat dikonfirmasi di Batam, Kepri, Kamis.
Menurut dia, lajur khusus tersebut nantinya akan ditandai dengan pengecatan pada badan jalan.
Dishub Batam juga telah beberapa kali membahas rencana tersebut bersama BP (Badan Pengusahan) Batam, termasuk terkait pemanfaatan satu lajur untuk meningkatkan kemanfaatan angkutan umum.
Koridor yang menjadi prioritas penerapan lajur khusus tersebut yakni jalur Batam Center menuju Tanjung Uncang.
Penerapannya akan dilakukan secara bertahap seiring dengan penyelesaian dan optimalisasi kondisi jalan.
"Yang kita prioritaskan dari Batam Center ke Tanjung Uncang, karena pelebaran jalan sudah selesai. Jadi seiring dengan ruas-ruas jalan yang sudah selesai dan kondisinya sudah bagus, kita bisa menerapkan lajur khusus tersebut," ujarnya.
Di sisi lain, Bambang mengatakan Pemkot Batam mengalokasikan sekitar Rp47 miliar untuk anggaran Trans Batam pada 2026.
"Ini sudah termasuk anggaran untuk angkutan bus yang mengantar anak-anak hinterland ke sekolah," kata dia.
Ia menyebut tarif Trans Batam saat ini sebesar Rp5.000 untuk umum dan Rp2.500 bagi pelajar merupakan tarif bersubsidi. Kebijakan tersebut diharapkan membuat angkutan umum lebih terjangkau sehingga mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi.
Untuk mengurangi beban subsidi, Dishub Batam juga mengoptimalkan pemanfaatan aset melalui penyewaan ruang iklan di halte, videotron, branding halte, hingga sarana pendukung lainnya.
Pemanfaatan aset tersebut telah diatur dalam peraturan wali kota.
"Kalau untuk pemanfaatan aset, Alhamdulillah dari tahun ke tahun ada peningkatan. Pada 2026 ini pendapatan dari sewa iklan hampir Rp1 miliar. Itu sedikit banyak bisa mengurangi beban subsidi kita. Misalnya satu halte bisa disewakan sekitar Rp2,5 juta per bulan, itu sudah membantu mengurangi beban subsidi," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!