Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banjir Bandang Rusak Lahan Pertanian, Pemkab Solok Percepat Pemulihan di Kayu Aro

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 19:50 WIB | Oleh:
Banjir Bandang Rusak Lahan Pertanian, Pemkab Solok Percepat Pemulihan di Kayu Aro Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Solok Jon Firman Pandu saat meninjau lahan pertanian terdampak bencana banjir bandang di Jorong Kayu Aro, Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat (Sumbar), mempercepat pemulihan lahan pertanian masyarakat yang terdampak banjir bandang di kawasan Kayu Aro untuk menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian dan sumber pendapatan petani. Bupati Solok Jon Firman Pandu di Solok, Selasa, meninjau langsung kondisi areal persawahan masyarakat yang terdampak banjir bandang di Kayu Aro, Kabupaten Solok, sekaligus meminta jajarannya segera melakukan penanganan.

Dalam peninjauan tersebut, bupati melihat kondisi sawah yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang. Kerusakan lahan pertanian tersebut berdampak terhadap aktivitas masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.

Bupati meminta organisasi perangkat daerah terkait mempercepat penanganan lahan pertanian yang terdampak agar sawah masyarakat dapat kembali diolah setelah kondisi memungkinkan.

"Kita minta segera dilakukan langkah-langkah pemulihan terhadap sawah masyarakat yang terdampak. Jangan sampai masyarakat terlalu lama menunggu untuk bisa kembali mengolah lahannya," ujar dia.

Ia mengatakan percepatan pemulihan diperlukan agar lahan pertanian yang masih memungkinkan ditangani dapat segera kembali produktif dan tidak mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dalam waktu yang lebih panjang.

Selain perbaikan lahan, lanjutnya, pemerintah daerah meminta dilakukan pendataan secara menyeluruh terhadap areal persawahan yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang.

Pendataan tersebut menjadi dasar untuk menentukan tingkat kerusakan, kebutuhan penanganan, serta dukungan yang diperlukan masyarakat dalam proses pemulihan lahan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Solok juga menyiapkan dukungan melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) bagi areal pertanian terdampak yang masih memungkinkan untuk dipulihkan dan dimanfaatkan kembali.

Program tersebut diarahkan untuk membantu mengembalikan fungsi lahan sehingga petani dapat kembali mengolah sawah dan melanjutkan kegiatan produksi pertanian setelah penanganan bencana.

Bupati berharap percepatan perbaikan lahan melalui penanganan pascabencana dan dukungan program Oplah dapat mempercepat pemulihan sektor pertanian di Kayu Aro.

"Yang terpenting sekarang bagaimana sawah masyarakat ini bisa segera dipulihkan dan kembali bisa ditanami. Pemerintah akan mendorong percepatan penanganannya," katanya.

Dalam peninjauan tersebut, bupati Solok didampingi Kepala Dinas Pertanian Deslirizaldi dan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Solok Khairul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Karhutla 6 Hektare di Gowa ...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.