Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Karhutla Meluas di Poso! BPBD Catat 427 Hektare Lahan Terdampak

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 00:06 WIB | Oleh:
Karhutla Meluas di Poso! BPBD Catat 427 Hektare Lahan Terdampak Doc: Antara foto/HO-Kansar Palu
Ket. Ilustrasi - Petugas berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tengah.

PALU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Poso, Sulawesi Tengah melaporkan sekitar 427 hektare lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kabupaten itu dampak dari fenomena El Nino.  

"Sejak Agustus hingga September 2026 sekitar 427 hektare lahan terdampak kebakaran dan kami terus melakukan langkah-langkah percepatan penanganan," kata Kepala BPBD Poso Dharma Metusala saat dihubungi dari Palu, Selasa.    

Ia mengemukakan dari peristiwa itu kebanyakan lahan terdampak kebakaran berada di wilayah Kecamatan Lore atau Lembah Napu, karena kawasan tersebut memiliki hamparan padang rumput luas, di saat musim kemarau padang rumput mengalami kekeringan sehingga mudah terbakar.  

Ia mengaku pihaknya kesulitan memadamkan api karena di sekitar titik api tidak ada sumbar air, kemudian medan terjal dan sempit tidak memungkinkan kendaraan pemadam menjangkau. 

"Semua serba manual. Kami menggunakan peralatan seadanya melakukan kegiatan penanganan kebakaran. Bersama tim gabungan kami optimis dapat menangani berbagai potensi karhutla," ujarnya.   

Penanganan karhutla di Poso, kata dia, dilakukan secara terpadu lintas sektor dengan melibatkan personel BPBD, pemadam kebakaran, TNI/Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan (Kemenhut) hingga pemerintah kecamatan dan desa serta masyarakat.  

Kolaborasi itu dinilai efektif dalam gerakan penanggulangan. Menurut data pemerintah setempat sebanyak 20 desa tersebar di 10 kecamatan terdampak karhutla.

"Sejauh ini penyebab kebakaran belum teridentifikasi, kami masih fokus melakukan penanganan pemadaman dan kesiapsiagaan," ucap Dharma.

Lebih lanjut ia menjelaskan Pemkab Poso juga telah mengajukan bantuan peralatan penunjang pemadam kebakaran ke BPBD Sulawesi Tengah berupa fire flapper atau alat pemadam api manual dan tanki semprot. 

"Kami mendapat bantuan 100 unit tanki semprot. Peralatan itu akan kami bagikan ke desa untuk keperluan penanggulangan kebakaran," kata dia menuturkan.  

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...

Anggaran Dipangkas, Gerak BNPB Terbatas

10 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Anggaran Dipangkas, Gerak B...
Megapolitan
Gubernur DKI: PJJ Jakarta B...
Advertisement
Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.